InvestigasiMabes.com | Cirebon - Istilah Imtihan dikalangan Dunia Pendidikan Islam khususnya di Kota dan Kabupaten Cirebon bermakna agenda atau Upacara saat usai seleksi pengumuman kelulusan dan kenaikan kelas di Madrasah atau sekolah2 berbasis Diniyah.Pelaksanaan acara ini diselenggarakan setiap akhir tahun Pendidikan disekitar Bulan Juni-Juli setiap Tahun Ajaran usai, gempita nya acara ini Tak luput dari Perhatian tokoh -tokoh Pendidikan juga khalayak yang begitu antusias dalam mengikuti setiap sesi acara Berlangsung.
Berbarengan dengan suasana Imtihan ini Kami selaku Kepala Madrasah Ibtida'iyah Mertapadawetan Menghaturkan Terimakasih atas Perhatian dan support dari seluruh Hadirin dan Ucapa Terimakasih kepada seluruh elemen yang telah turut serta mensukseskan pelaksanaan acara Imtihan ini, ungkap nya dalam acara sambutan nyaAcara semacam ini Berlangsung pula di sebuah Madrasah Tua kharismatik yang telah berusia 73 Tahun dimana Terpampang Papan Nama " MADRASAH IBTIDA'IYAH ALHIKMAH MERTAPADAWETAN" di depan Halaman Sebuah Madrasah nan sederhana itu , Meski nampak Tak Megah Bangunannya, dibangun di areal Tanah Waqaf Desa Mertapadawetan, Blok Wage yang boleh dibilang tidak begitu Luas namun Madrasah ini Telah banyak Berjasa Bagi Upaya Peningkatan Pendidikan di Desa yang tengah berkembang Khusus nya Dunia Pendidikan Islam .
Acara Imtihan di Madrasah ini berlangsung Sabtu daari pukul 7 Pagi hingga pukul 22 malam, di isi dengan rentetan Pertunjukan dan sesi lomba prestasi berbagai Bidang baik seni, olah raga dll.Eksistensi Madrasah Ibtida'iyah Al-Hikmah ini Sudah barang tentu Karena Hadir nya Sosok Pengelola dengan Mental Managerial yang Mumpuni dengan Kesabaran nyaris Sempurna , Kepemimpinan nya telah mampu mempertahankan Keberlangsungan Dunia Belajar Mengajar di Lembaga Kecil ini, Siapakah Gerangan Sosok yang Peliput Maksud ?, Beliau Menjabat Sebagai Kepala Madrasah di Sekolah ini atau biasa disebut "KAMAD", Ustadz Shofari MS. adalah Sosok Pria Kelahiran Cirebon 19 September 1955 yang dengan Gigih nya tanpa mengenal Lelah terus dan terus bergelut Berjuang memajukan Keberadaan dan keberlangsungan Belajar Mengajar dengan Visi-misi Positif melalui prosesi Edukatif yang tengah dilakukan oleh Segenap Staf Pengajar dibawah kepemimpinannya sebagai KAMAD di Madrasah atau Sekolah Tersebut.
Meski di Usia nya yang sudah tak muda lagi Namun Ustadz Shofari Nampak bahagia dan mampu memberikan suguhan acara Imtihan yang telah dinanti-nantikan baik oleh para murid ataupun Wali Murid serta khalayak yang senantiasa menghadiri di setiap penghujung Kegiatan Pelajaran Tahunannya . Selain sebagai acara pelepasan Siswa dan Kenaikan Kelas di Madrasah acara Imtihan ini sudah Menjadi Tradisi ke arifan lokal yang turun temurun dari generasi dahulu hingga saat ini, sekilas acara ini mirip dengan acara Dies Natalis dan wisuda di Perguruan Tinggi namun dengan kemasan dan penyajian yang sedikit berwarna dengan diisi berbagai Kegiatan kompetisi lomba baik di bidang Mata Pelajaran ataupun olah raga juga seni, dari mulai arak2an ,lomba Adzan, Lomba Baca Puisi, Drumband dll. Sangat meriah untuk ukuran di Desa.Namun dibalik Riuh nya acara ini ada sebersit angan yang membuat peliput menghela nafas dan menahan Tawa serta hanya bisa tersenyum sbg wujud tetap Bersyukur. Siapa Sangka kalau dibalik acara ini ada Kisah Pilu dan ironi yang dijalani oleh Sang KAMAD di Sekolah ini , Pengabdian nya yang sedemikian nyata namun hingga saat ini seakan Pihak dari Dinas Terkait dalam hal ini Pemerintah yang Notabene punya Kewenangan tetapi Tak mampu mengangkat Sosok nya Untuk menjadi PNS di kalangan Dunia Pendidikan , seleksi demi seleksi Beliau ikuti dalam Tes CPNS di Dinas Pendidikan namun konon karena saat itu tidak mampu membayar Biaya admin, maka Kegagalan dalam seleksi yang didapat meski Testing nya Lulus Tuturnya.
Sebagai Kepala Madrasah yang ke 3 Ustadz Shofari tak merasa dirinya Lebih baik atau lebih Hebat dari Kepala -Kepala Madrasah sebelumnya, Dahulu Kepala Madrsah Pertama diJabat oleh KH. Baedhlowi , kemudian setelahnya dijabat Oleh Ustadz Faedhoni Dan sejak Tahun 1990 Jabatan Kepala Madrasah ini di jabat oleh Ustadz Sofari hingga saat ini . estafet Jabatan Kepala Madrasah berjalan begitu natural dan penuh Hikmah.Walaupun Peliput dalam suasana Imtihan ini mencoba menemui untuk melakukan wawancara singkat dengan sang Kepala Madrasah , namun Beliau sedikit enggan untuk memberikan komentar mengenai keinginannya menjadi PNS. karena selain Usia yang sepertinya tidak mungkin lagi disediakan bagi Pemerintah untuk memberi ruang nya , Belaiupun menyadari sepenuhnya bahwasanya untuk berkiprah sebagai Pengisi Kemerdekaan dalam Dunia Pendidikan tidaklah selalu harus mendapatkan uluran dan perhatian penu dari Pemerintah melainkan ingin mendermakan dirinya sebagai penerus Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan Tanda lainnya...., Subhanallah ini adalah Keputusan yang Bijak dalam menyikapi situasi , semoga Diluar sana yang bernasib sama dengan Ustadz Shofari ini akan bisa pula legawa ,lapang dada dalam mengahadapi kenyataan dan kebijakan 2 Perintah dalam hala ini instansi terkait untuk Pengangkatan PNS di Dunia Pendidikan Nasional.
Bisa dibayangkan dengan hanya dibantu 6 Tenaga Pengajar Madrasah ini mampu Bertahan Hingga kini, Proses belajar Mengajar harus terus berjalan dan tak boleh menyerah dalam keadaan bagaimanapun, Tekad Kami tak pupus oleh situasi sesulit apapun karena kami berkeyakinan dengan Kesungguhan takkan ada kesia-siaan Pungkasnya.Biarkan Kami Tetap Berkarya dan mengabdikan jiwa2 Kami di Madrasah ini meskipun dalam keadaan yang sangat sederhana, kami senantiasa Bersyukur apapun yang kami jalani dan dapatkan, kami tak pernah memaksakan kehendak walaupun ikhtiar tetap kami upayakan Tuturnya sembari senyum dan tatapan Haru.Dalam acara Imtihan Tahun ini Alamdulillah dihadiri Pula Oleh Tokoh-Tokoh Masyarakat dan Pemerintahan setempat Ujarnya, seperti Bapak Sumarno selaku Kepala Desa Mertapadawetan Beserta Jajarannya serta Ibu Masitoh sbg Tokoh Masyarakat dan PENDAIS di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura,Kabupaten Cirebon -Jawa Barat.di akhir wawancara Peliput dari investigasimabes.com menyimpulkan bahwa seyogyanya para aparatur Pemerintahan Terkait yang subjeknya sebagai Pemerhati Pendidikan diaharapkan agar menyempatkan menelisik keberadaan Madrasah ini agar kedepannya mendapatkan Perhatian demi keberlangsungan Pendidikan agama yang notabene sangat dibutuhkan maysrakat. ( Suherman )
Editor : Investigasi Mabes