InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr. Ketut Sumedana dalam Siaran persnya pada hari Senin 9 Oktober 2023, mengatakan bahwa Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 34 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yaitu:
1. Tersangka Edi Syahputra alias Mex bin Misno dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur, yang disangka melanggar Primair Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
2. Tersangka Faisal bin Ahmad Yusuf dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, yang disangka melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP tentang Penadahan.
3. Tersangka I Condek Manik bin (Alm) Loyar Manik, Tersangka II Ramadani bin (Alm) Jarot, Tersangka III Ralidin bin (Alm) Naman, Tersangka IV Mewah Cibro bin (Alm) Palat, dan Tersangka V Syahril bin (Alm) Bujuk dari Kejaksaan Negeri Aceh Singking, yang disangka melanggar Pasal 406 Ayat (1) KUHP tentang Perusakan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
4. Tersangka Herawan bin M. Simad (Alm) dari Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
5. Tersangka Alek Kuswandi bin Rahman dari Kejaksaan Negeri Purwakarta, yang disangka melanggar Pasal 310 Ayat (2) dan (1) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.6. Tersangka Koko Hasanudin bin Jaka dari Kejaksaan Negeri Purwakarta, yang disangka melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
7. Tersangka Eli Rohman bin Juhana dari Kejaksaan Negeri Kuningan, yang disangka melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Kedua Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
8. Tersangka Moh Iis Iskandar bin Pulung Jaeni dari Kejaksaan Negeri Kuningan, yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
9. Tersangka Risman Noval Jasir Mubarok als Temon bin Carsono dari Kejaksaan Negeri Kuningan, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
Editor : Investigasi Mabes