InvestigasiMabes.com | Bandung - Sejak awal Ramadan, Jalan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung berubah menjadi pusat jajanan takjil. Ratusan pedagang berjejer hampir di sepanjang jalan, baik sebelah kiri maupun kanan.
Setiap harinya, ribuan orang berburu takjil di kawasan tersebut, mulai dari asar, sampai menjelang maghrib.
Dengan banyaknya pembeli juga pedagang yang berjualan jajanan takjil, tentu saja membuat kawasan tersebut menjadi lumbung ekonomi.
Samsul, misalnya salah seorang pedagang takjil mengaku mendapat penghasilan lebih selama ramadan ini.
Alhamdulillah, selalu ramai," ucap Samsul, Minggu 24- Maret -2024.Walaupun banyak pedagang yang menjual panganan takjil serupa, seperti kolak, es campur, atau lainnya, namun dengan banyaknya orang berburu jajanan takjil, dagangan selalu laku keras.
Bukan hanya bagi para pedagang, tukang parkir pun banyak mendulang rezeki dari orang-orang yang berburu takjil di Jalan Gading Tutuka.Namun di lain sisi, keberadaan pusat jajanan takjil Gading Tutuka, juga memberi dampak lain terhadap fasilitas penting di kawasan tersebut.
Seperti Rumah Sakit Otista yang berada di Jalan Gading Tutuka. Adanya aktivitas berburu takjil, kerap.mengganggu lalu lalang mobil ambulance yang keluar masuk rumah sakit pada sore hari.
Ambulance yang membawa pasien, terpaksa harus memelankan lajunya karena jalanan cukup macet.
"Kemarin, saya ke rumah sakit membawa orang tua yang sakit. Harus pelan-pelan, karena terhalang oleh orang-orang yang belanja," ujar Ismi, salah seorang keluarga pasien RS Otista.
Editor : Investigasi Mabes