InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kabupaten Banyuwangi sudah ada didepan mata. Bisa dipastikan sang petahana yakni Ipuk Fiestiandani akan maju kembali dalam Pemilihan Bupati (PILBUP) November mendatang. Namun publik masih menunggu langkah politik dari istri Abdullah Azwar Anas. Akankah dirinya mencalonkan lagi bupati melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), atau berangkat dari partai politik lain
Keputusan orang nomor satu di Banyuwangi tak lepas dari restu sang suami sekaligus mentornya. Meskipun saat ini dirinya merupakan kader dari partai besutan Megawati. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nanti dirinya tak mendapatkan rekomendasi dari partainya ataupun berangkat dari partai lain diluar PDI-P. Hal ini wajar serta sering terjadi di politik, karena politik itu sangat dinamis.
*Track Record Sang Suami Pindah Partai*
Jika kita menilik kebelakang, melihat perjalanan karir suaminya Abdullah Azwar Anas, dia merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kemudian tahun 2010 dirinya mencalonkan sebagai Bupati Banyuwangi berpasangan dengan Yusuf Widiyatmoko mendapatkan rekomendasi dari PKB yang berkoalisi dengan PDI-P. Namun ketika mencalonkan lagi di tahun 2015 atau periode keduanya, dia memilih hengkang dari PKB dengan bergabung ke PDI-P.
Setelahnya, di tahun 2018 Anas sempat digadang-gadang akan maju dalam Pemilihan Gubernur (PILGUB) Jawa Timur sebagai Calon Wakil Gubernur (CAWAGUB) berpasangan dengan Saifullah Yusuf. Akan tetapi setelah beredar foto syur atau yang dikenal dengan skandal "Paha Mulus" yang diduga mirip dirinya beredar, Anas memutuskan mundur. Setelah itu, melalui PDI-P karirnya terus meroket, pernah terpilih menjadi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dan puncaknya adalah ketika dirinya dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) oleh Presiden Jokowi menggantikan kader PDI-P Tjahjo Kumolo yang meninggal dunia.
Kemudian sang istri maju sebagai Calon Bupati dengan mendapatkan rekomendasi dari PDI-P dan mengikuti jejak sang suami untuk menjadi kader partai berlambang banteng tersebut. Hal ini sampai membuat kader PDI-P senior sekaligus Wakil Bupati dua periode yang mendampingi suaminya tidak mendapatkan rekomendasi dan akhirnya memutuskan hengkang untuk ikut bertarung dalam PILBUP 2020. Akhirnya, Ipuk Fiestiandani yang berpasangan dengan Sugirah menang dalam kontestasi tersebut dengan mengalahkan pasangan Yusuf Widiyatmoko dan Muh. Riza Aziziy.*Kemungkinan Berbisah Dengan Sugirah*
Beberapa bulan terakhir ini, di media sosial seperti Facebook dan Instagram muncul sebuah akun IGUN yang merupakan kepanjangan dari Ipuk Fiestiandani Guntur Priambodo. Dalam unggahan akun tersebut, disinyalir ingin memberikan pesan kepada Ipuk Fiestiandani agar memilih Guntur Priambodo sebagai wakilnya jika ingin maju kembali dalam PILKADA Banyuwangi november mendatang.
Sekedar informasi, Guntur Priambodo merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi. Dirinya memang digadang-gadang banyak kalangan untuk ikut menjadi kontestan dalam PILBUP tahun ini. Dengan munculnya akun tersebut, banyak yang memprediksi dirinya akan berpartisipasi dalam kontestasi. Meskipun semuanya belum final, karena pergerakan politik itu sangat dinamis.
Hingga saat ini, Ipuk tidak berkomentar sama sekali atau tidak melarang tentang munculnya akun tersebut. Padahal adanya akun tersebut seperti tidak menganggap keberadaan Sugirah, yang notabene merupakan wakil bupati Banyuwangi. Ini jelas penggiringan opini publik agar PILKADA nanti Ipuk tidak memilih Sugirah, meskipun Sugirah masih diperbolehkan menjadi wakil bupati dari petahana. Hal ini seperti isyarat, jika nantinya Ipuk ingin berpasangan dengan tokoh baru atau berpisah dengan Sugirah.
Editor : Investigasi Mabes