Gubernur Jatim Optimistis, Prestasi KeEmasan Bidang Pendidikan

Foto Investigasi Mabes
Gubernur Jatim Optimistis, Prestasi KeEmasan Bidang Pendidikan
Gubernur Jatim Optimistis, Prestasi KeEmasan Bidang Pendidikan

 Karya mural yang terpajang sebagai bentuk apresiasi atas berbagai prestasi yang ditorehkan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

 Salah satu bentuk apresiasi Dinas Pendidikan Jatim diwujudkan dengan menggerakkan siswa untuk membuat mural tentang prestasi provinsi setempat. Karena selama ini prestasi para siswa juga mendapat atensi yang tinggi dari Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak.

 Tidak hanya sekadar dipajang, ribuan karya mural yang dibuat oleh para siswa SMA, SMK dan SLB di 24 Cabang Dinas Pendidikan Jatim juga dilombakan mulai dari tingkat sekolah, hingga tingkat provinsi.

 Sementara itu, Khofifah secara khusus meminta SMA Negeri Olahraga (SMANOR) segera direnovasi dan dilakukan perbaikan sarana prasarana untuk terus menggenjot prestasi siswa, tak hanya di tingkat nasional namun juga tingkat internasional.

 "Banyak sarana prasarana yang harus diperbaiki, direnovasi, dan bahkan diganti dengan yang baru. Ini menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Jatim karena banyak prestasi terlahir dari tempat ini," kata Khofifah.

 Selain itu, terdapat sarana prasarana yang akan dibangun, seperti sarana prasarana untuk cabang olah raga renang. Di samping itu ada juga cabang olahraga sepatu roda yang dinilai Khofifah secara standar sudah sesuai standar internasional, namun masih minimalis. Begitupun asrama siswa yang masuk dalam perhatian.

 Dikatakan Khofifah, catatan-catatan sarana prasarana tersebut akan dikaji untuk diprioritaskan dan disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim.

 Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, cabang olah raga unggulan lain yaitu voli pantai dan sepak takraw. Cabang olah raga yang menjadi unggulan dan kekuatan harus terus dimaksimalkan dengan tetap menyiapkan sarana prasarana atau dengan mengganti total.

 "Misalnya untuk panjat tebing, sarana prasarana harus diganti," tuturnya.

 Di sisi lain, penyerapan anggaran oleh Dinas Pendidikan Jatim selama setahun terakhir yang menyentuh angka 94,10 persen dari total Rp 8,9 triliun.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini