DPRD Penuhi Undangan BLN,OPD dan PT Sejin Fashion Indonesia Tak Hadir

Foto Investigasi Mabes
DPRD Penuhi Undangan BLN,OPD dan PT Sejin Fashion Indonesia Tak Hadir
DPRD Penuhi Undangan BLN,OPD dan PT Sejin Fashion Indonesia Tak Hadir

InvestigasiMabes.com | Pati -  Berdasarkan surat permintaan audensi dari BLN tertanggal 26 Juli 2024 Nomor:08.A/BLN/AUDEN/VII/24, dalam mempertanyakan pertanggung jawaban pihak PT. Sejin Fashion Indonesia terhadap karyawan yang menjadi korban keracunan makanan pada beberapa waktu yang lalu. 

Di dalam gedung DPR 2/8/24 organisasi kemasyarakatan / LSM yang tergabung dalam Barisan Lembaga Nusantara (BLN) yang di nahkodai Tamto, hanya di hadapkan oleh Anggota Dewan saja tanpa ada perwakilan dari PT. Sejin Fashion Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans). 

Permintaan audensi ini seharusnya menjadi menjadi hal yang sangat penting di Kabupaten Pati, dengan adanya hasil audensi, seharusnya masyrakat bisa tahu bagaimana pemerintahan ini benar benar melindungi masyarakat Pati. Dan dengan adanya Perwakilan Rakyat yang terpilih, rakyat benar benar ada yang melindungi. 

Masyarakat ingin tahu dari mana asal usul makanan itu. Bila memang itu disebabkan oleh lalat, bagaiman dengan tempat penyajiannya, dan siapa yang menyajikannya, Bila terjadi hal yang tak di inginkan harusnya ada yang di jatuhi saksi sebagaimana mestinya hukum yang berlaku. 

Tapi sungguh disayangkan hanya dengan kesalahan dalam menyurat saja sangat dipersoalkan, sedangkan ratusan karyawan yang terkapar saat itu tak begitu dibicarakan. 

Wisnu sebagai pemimpin di ruangan itu, juga mengatakan, " semua sudah dalam proses, sudah di laboratkan, kita tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan", ucapnya. 

Bila sudah dalam penyelidikan dan dilaboratkan, masyarakat kabupaten Pati pada khususnya, sampai saat inipun belom mendengar kabar dilabkan kemana, hasilnya apa dan siapa saja yang sudah diperiksa. 

Masih tertutupnya sebuah jawaban itu, salah satu perwakilan dari BLN yang menjadi juru bicara Chundori mengatan, " Sungguh di sayangkan, yang seharusnya kita mendapat jawaban mengenai kejadian di PT Seijin yang mengakibatkan ratusan karyawan harus di larikan ke rumah sakit, hari ini kita harus pulang dengan tangan hampa".Mereka lebih mementingkan birokrasi surat menyurat dari pada rakyat".

 Padahal hasil dari audensi hari ini bisa untuk perhatian ke perusahaan - perusahaan baik yang sudah berdiri di Pati maupun yang akan datang. Biar mereka berhati hati dalam memilih rekanan. Kalau sampai ada peristiwa seperti di PT. Sejin Fashion Indonesia bukan hanya masyarakat yang di rugikan, tapi perusahan juga mengalami kerugian karna tidak bisa berproduksi seperti biasanya.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini