InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Pemprov Riau menyajikan anggaran dan realisasi Belanja Barang dan Jasa pada LRA untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2023 sebesarRp 2.930.933.681.961,00 dan Rp 2.811.156.492.698,00 atau 95,91% dari anggaran.
Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pertanggungjawaban Belanja Barang dan Jasa pada 33 OPD diketahui permasalahan kelebihan pembayaran dan tidak adanya monitoring dan evaluasi atas realisasi belanja dengan rincian sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Belanja Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat Belum Memadai.
Hasil pemeriksaan terhadap pelaksanaan Belanja Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat berupa Pengadaan dan Pemasangan Solar Home System (SHS) di Kabupaten Siak pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pengadaan Ternak Sapi dan Kambing pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) diketahui hasil sebagai berikut ;
* Pengadaan dan Pemasangan Solar Home System (SHS) di Kabupaten Siak. Dinas ESDM telah menyerahkan SHS sebanyak 12 unit kepada rumah tangga yang belum memiliki jaringan listrik di wilayah Kabupaten Siak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui satu penerima barang di Desa/Kampung Dayang Suri telah memindahkan satu unit SHS pada rumah yang sudah teraliri listrik PLN.
* Kegiatan Belanja Penyediaan Benih/Bibit Ternak yang Sumbernya dari Daerah Provinsi Lain Pada Dinas PKH. Dinas PKH telah menyerahkan bibit ternak sapi sebanyak 175 ekor dan kambing sebanyak 380 ekor kepada 15 kelompok tani penerima manfaat ternak di wilayah Provinsi Riau. Petunjuk Teknis Pengadaan Ternak Sapi/Kambing pada Dinas PKH mengatur bahwa calon penerima manfaat ternak bersedia memperhatikan kesehatan ternak, tidak memindahtangankan/memotong ternak, dan melaporkan perkembangan ternak secara berkala. Hasil pemeriksaan diketahui ;a) Kelompok Tani Penerima Manfaat Tidak Melaporkan Perkembangan Ternak Secara Berkala.Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui, terdapat satu ekor sapi yang dipindahtangankan dan dua ekor kambing yang tidak diketahuikeberadaannya. Atas hal tersebut, kelompok tani penerima tidak melaporkan ke Dinas PKH.
b) Dinas PKH belum merumuskan respon yang tepat atas kondisi yang dilaporkan oleh tenaga pendamping dalam laporan bulanan, antara lain:1) Kematian ternak sebanyak 16 ekor;
2) Dua ekor kambing tidak diketahui keberadaannya; dan3) Eartag Secure QR Code tidak terpasang pada 13 ekor ternak.
2. Belanja Uang yang Diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat diantaranya Pemberian Beasiswa.Pemprov Riau memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang berasal dari Provinsi Riau dalam bentuk beasiswa bidikmisi dan beasiswa prestasi. Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi diberikan dalam bentuk pembayaran biaya pendidikan bagi mahasiswa yang masih aktif kuliah pada program Diploma/Sarjana D3/D4/S1/S2/S3 dan Tahfidz dengan standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang telah ditetapkan.
Editor : Investigasi Mabes