Karate Lemkari  dan Tarung Drajat hadir kembali di Ponpes ADZ-ZIKRO

Foto Investigasi Mabes
Karate Lemkari  dan Tarung Drajat hadir kembali di Ponpes ADZ-ZIKRO
Karate Lemkari  dan Tarung Drajat hadir kembali di Ponpes ADZ-ZIKRO

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Bertempat di Ponpes Adz-Zikro Banyuwangi, Dalam rangka memperingati HUT RI ke-79 dan Peresmian Aula baru, hadir Karate Lemkari dan Tarung Drajat yang juga sebagai Pembinanya Kyai Haji Doktor Insinyur Achmad Wahyudi SH, MH. 

Dalam kesempatan tersebut, juga di hadiri Ketua Koni Banyuwangi, Drs. Choirul dan jajarannya. Dalam amanatnya, "Bela diri yang sempat terhenti dan lama tidak bangkit, dapat kembali aktif dan berlatih kembali, di aula baru di Ponpes Adz-Dzikro, meskipun belum sempurna". "Pembentukan atlit bela diri, tidaklah instan, perlu proses dan berlatih terus-menerus secara disiplin. Untuk di Banyuwangi mereka pelatih telah mencapai Dan 2 aampai tertinggi Dan 5 agak jarang, kebetulan kedua Putri Kyai Wahyudi (Neng Afa dan Neng Dilla) memegang sertifikat/sabuk Dan2 saya tahu prosesnya, jadi untuk santri Adz-Zukra sendiri, minimal sudah punya pelatih sendiri. 

"Bibit-bibit muda dar para Santri Adz-Dzikro mempunyai potensi besar menjadi bibit-bibit atlit profesional, asalakan terus berlatih disiplin, rutin dan perlu konsistensi".

 Juga disampaikan Pengasuh Ponpes, Kyai Wahyudi, kenapa olah raga bela diri perlu hadir ditengah pendidikan santri, selain menjadikan fisik yang kuat, proses berlatih mental disiplin dan berani akan menambahkan idelisme maupun kepercayaan diri santri, selain mereka juga dituntut belajar ilmu keagamaan maupun pengetahuan lainnya.

 Ketua Koni sangat menyambut baik, atas keberadaan Aula baru di Ponpes Adz-Dzikro, sebagai sarana dan prasaran yang dapat dijadikan sebagai tempat berlatih dan berlaga generasi muda terutama santri yang menyenengi olah raga bela diri dan dapat mengukir prestasi yang membangkan di kancah regional maupun internasional, pungkasnya. (Red)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini