Kodim 0719/Jepara Tanam 650 Batang Mangrove di Teluk Awur untuk Cegah Abrasi

Foto Investigasi Mabes
Kodim 0719/Jepara Tanam 650 Batang Mangrove di Teluk Awur untuk Cegah Abrasi
Kodim 0719/Jepara Tanam 650 Batang Mangrove di Teluk Awur untuk Cegah Abrasi

InvestigasiMabes.com | Jepara - Abrasi yang terus mengancam wilayah pesisir Kabupaten Jepara, khususnya Pantai Teluk Awur, mendorong berbagai pihak untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi lingkungan. Salah satu solusi yang dilakukan adalah penanaman mangrove, yang dianggap efektif dalam menahan gempuran air laut dan mencegah kerusakan pantai. Hari ini, Kodim 0719/Jepara, Jawa Tengah, menginisiasi kegiatan penanaman 650 batang mangrove di Desa Teluk Awur. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara yang turut berkontribusi dengan menyediakan bibit mangrove. Sabtu, 28/09/2024. 

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, SE menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Kita laksanakan penanaman mangrove dengan jumlah 650 batang pada hari ini dengan bantuan bibit dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara," ujar Letkol Khoirul.

Kegiatan penanaman mangrove ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-79, yang menambah nilai kebersamaan dalam usaha pelestarian lingkungan. Selain anggota TNI, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan sejumlah mahasiswa. Semuanya terlibat secara aktif dalam proses penanaman mangrove. 

Komandan Kodim juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir. "Semoga kegiatan yang sama-sama kita lakukan hari ini dapat mengurangi dan mengatasi abrasi yang terjadi di laut kita," harapnya. Letkol Khoirul juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga hakikat alam. 

Penanaman mangrove di Pantai Teluk Awur memiliki arti lebih dari sekadar upaya fisik untuk melindungi daratan dari abrasi. Mangrove memiliki peran penting sebagai ekosistem yang berkelanjutan. Pohon mangrove tidak hanya menahan laju air laut, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Selain itu, mangrove berfungsi sebagai penyaring alami terhadap berbagai polusi, sehingga mampu menjaga kualitas lingkungan pesisir. 

Abrasi di Pantai Teluk Awur selama ini telah memberikan dampak negatif bagi masyarakat setempat dan ekosistem laut. Setiap tahun, daratan pantai terus menyusut, mengancam infrastruktur yang ada dan merusak habitat alami. Hal ini juga berdampak pada sumber mata pencaharian masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Oleh karena itu, penanaman mangrove menjadi investasi jangka panjang yang sangat berarti untuk menjaga keindahan dan kesehatan lingkungan di Kabupaten Jepara. 

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Dandim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan akan semakin meningkat. Pembelajaran mengenai cara-cara pencegahan bencana alam, seperti abrasi, sangatlah penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. “Ini adalah upaya kolektif kita untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Kabupaten Jepara,” tutup Letkol Khoirul. 

Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bukti bahwa kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan alam. Melalui langkah nyata dan kolaboratif, Kabupaten Jepara diharapkan dapat mempertahankan keindahan pesisirnya dan mengurangi ancaman abrasi yang terus membayangi.(Masdur)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini