Saat yang sama, Advokat Sandi, Deolipa Yumara menyatakan bahwa timnya telah memperoleh sejumlah bukti mendukung tuduhan penyuapan terkait Dinas Damkar Depok.
"Jadi beliau (Sandi) telah membawa berkas serta sejumlah bukti, yang mencakup juga beberapa fotonya, dan orang-orang tersebut adalah Sandi dengan seluruh kawan-kawannya," jelas Deolipa.
"Sebab hal ini berkaitan dengan banyak keluhan tentang sistem yang mengalami kerusakan pada berbagai peralatan. Peralatan tersebut telah rusak sejak lama dan memang belum pernah diperbaiki atau ditata ulang. Selain itu, pemeliharaannya pun sangat minim," imbuhnya.
Deolipa meratapi fakta bahwa dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota Depok tak terserap dengan baik guna meningkatkan layanan di Dinas Damkar Depok.
"Jadi, Sandi ini datang ke sini untuk menceritakan tentang kerusakan perlengkapan serta kurangnya pemeliharaan di Damkar Kota Depok," katanya.
Di samping itu, keadaan para pegawai tidak tetap dari Satuan Pemadam Kebakaran Depok pun sangat menyedihkan. Meskipun memiliki tanggung jawab berat, upah mereka masih di bawah UMK lokal.
"Sebab di antara kurang lebih 200 pegawai kota Depok, terdapat sekitar 160 orang yang berstatus honorernya hanya mendapatkan upah sebesar 3,2 juta rupiah, padahal Upah Minimum Pekerja (UMP) untuk Kota Depok mencapai nilai 4,9 juta," katanya.
"Oleh karena itu, perbedaannya cukup besar antara UMP di Kota Depok dan penghasilan para tenaga honorer," tandasnya.
===
Undangan kami kirim kepada Anda untuk berpartisipasi dalam Grup Whatsapp Daily Surya. Lewat grup WhatsApp tersebut, Daily Surya bakal membagikan saran artikel menarik tentang Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Persebaya yang ada di semua wilayah Jawa Timur.
Editor : Investigasi Mabes