"Saya perintahkan Kapolsek Sidorejo untuk melakukan pendataan, menghubungi orang tua dari para pelajar dan pihak sekolah, karena untuk membina mereka ini bukan hanya tanggung jawab Polisi tetapi perlu melibatkan orang tua dan pihak sekolah", jelas AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si.
Aksi tawuran biasanya hanya dikarenakan masalah sepele, seperti saat ini dari keterangan sementara karena adanya saling tantang di media sosial, kemudian mereka sepakat melakukan tawuran di Kota Salatiga, apresiasi kepada masyarakat yang segera melaporkan ke aparat keamanan dan dengan sigap langsung di tindak lanjuti oleh Polsek Sidorejo sehingga berhasil menggagalkan sekaligus mengamankan para pelajar ini", tutup AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si.
Dihadapan orang tua dan pihak sekolah serta para pelajar, Kabag OPS Polres Salatiga Kompol Muhammad Kariri, S.H., M.H yang mewakili Kapolres Salatiga menekankan bahwa untuk mencegah aksi tawuran yang melibatkan pelajar, tidak hanya tugas pihak berwajib saja, namun yang paling beperan adalah orang selain pihak sekolah.
"Kita berharap orang tua lebih peduli terhadap kegiatan anaknya, memahami jam berangkat dan pulangnya, demikian juga pihak sekolah sampaikan pesan agar setelah selesai pelajaran sekolah segera kembali kerumah, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, sudah banyak contoh terjadi aksi tawuran yang ujungnya merugikan diri sendiri dan keluarga bahkan ada yang sampai kehilangan nyawanya, kita semuanya tentu tidak ingin hal serupa terjadi" terkhusus untuk para pelajar jadikan ini pengalaman terakhir berhadapan dengan aparat karena kenakalan, fokus belajar, raih cita-citamu dan bikin bangga orang tuamu dan almamatermu dengan prestasi" tegas Kompol Muhammad Kariri, S.H., M.H.Setelah dilaksanakan pembinaan kemudian seluruh pelajar membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tua dan pihak sekolah.
Editor : Investigasi Mabes