“Umat Islam akan menjadi kuat jika para ulama dan organisasi-organisasi Islam bersatu, saling menghormati, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama,” ujar Buya Anwar Abas.
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan gedung MUI Sumbar yang mengusung filosofi adat Minangkabau Tigo Tungku Sajarangan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sinergi antara ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai dalam membangun umat dan daerah.
Ia berharap gedung tersebut menjadi rumah bersama bagi umat Islam, tempat bermusyawarah, berdialog, serta melahirkan gagasan-gagasan keumatan yang menyejukkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar kantor, tetapi pusat gerakan dakwah dan pengabdian untuk umat Sumatera Barat,” ungkap Buya Gusrizal
Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi melaporkan mengenai proses pembangunan gedung MUISumbar. Menurutnya, itu didasari oleh meningkatnya tugas dan fungsi MUI dalam penguatan akidah, akhlak, kegiatan sosial-keagamaan, serta penguatan moderasi beragama.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita