Namun, hambatan tidak berhenti di situ. Saat akan meninggalkan area RS ZUS menuju RSUD DR Aloe Sabu, tim evakuasi menemukan bahwa bahan bakar yang tersedia di dalam ambulans tidak cukup untuk menempuh perjalanan penuh. Akibatnya, ambulans terpaksa berhenti di salah satu SPBU di jalur utama untuk mengantri mengisi bahan bakar sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
"Sangat disayangkan, saat kondisi pasien sudah sangat tidak stabil, kami harus melihat ambulans mengantri di SPBU seperti kendaraan biasa. Setiap detik sangat berharga bagi pasien, namun kita tidak punya pilihan lain karena tidak ada persiapan yang matang dari pihak rumah sakit," tambah keluarga pasien dengan nada penuh kekecewaan.
Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak RS ZUS Gorontalo Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus yang terjadi. Tim Investigasimabes.com telah melakukan upaya untuk menghubungi pihak manajemen rumah sakit guna mendapatkan klarifikasi mengenai kesiapan sarana dan prasarana, serta sistem penjadwalan tenaga kerja yang menjadi penyebab keterlambatan tersebut.
Sementara itu, pihak RSUD DR Aloe Sabu Gorontalo mengkonfirmasi bahwa pasien telah tiba di fasilitas mereka pada pukul 10.15 pagi dan segera mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis intensif. Kondisi pasien saat ini masih dalam pengawasan ketat di unit perawatan intensif (ICU), meskipun pihak rumah sakit tidak dapat memberikan detail lebih lanjut terkait perkembangan kondisi kesehatan pasien karena alasan kerahasiaan medis.Kasus ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di fasilitas pelayanan pertama, terutama terkait sistem rujukan yang harus berjalan dengan lancar untuk menyelamatkan nyawa pasien. Banyak pihak berharap agar kasus ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola RS ZUS Gorontalo Utara serta dinas kesehatan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Red).
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim