15 Rumah Terendam, Rakyat Bergerak Sendiri

15 Rumah Terendam, Rakyat Bergerak Sendiri
15 Rumah Terendam, Rakyat Bergerak Sendiri

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi — Banjir yang merendam sedikitnya 15 rumah warga di Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis malam (26/3/2026), tidak hanya menyisakan genangan air dan lumpur, tetapi juga kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah.

Di tengah kondisi darurat, warga justru menghadapi kenyataan pahit: tidak tampak kehadiran pemerintah desa, pihak kecamatan, hingga pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi. Situasi ini memunculkan kesan kuat bahwa negara absen ketika rakyatnya membutuhkan pertolongan.

Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi rumah warga, merusak perabotan dan mengganggu aktivitas. Sejumlah warga terpaksa bertahan di dalam rumah tanpa bantuan, sementara upaya penyelamatan dilakukan secara mandiri dengan keterbatasan alat dan tenaga.

“Dari sore air naik, sampai malam tidak ada yang datang. Kami seperti dibiarkan sendiri,” keluh salah satu warga terdampak.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi sistem penanganan bencana di tingkat lokal hingga daerah. Banjir yang kerap terjadi seharusnya sudah diantisipasi melalui sistem mitigasi yang matang, bukan justru berulang tanpa solusi konkret.

Lebih dari itu, absennya respons cepat dari pemerintah desa dan kecamatan memperlihatkan lemahnya koordinasi di lapangan. Namun yang paling disorot adalah minimnya peran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memastikan perlindungan warganya saat situasi darurat.

Sebagai pemegang tanggung jawab utama, Pemda Banyuwangi dinilai gagal menunjukkan kehadiran negara di tengah krisis. Padahal, dalam setiap kesempatan, komitmen pelayanan dan respons cepat selalu digaungkan sebagai prioritas.

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan publik: di mana sistem tanggap darurat yang selama ini diklaim siap siaga? Mengapa tidak ada langkah cepat, bahkan sekadar kehadiran aparat di lokasi?

Warga kini mendesak adanya tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Mulai dari bantuan darurat, perbaikan infrastruktur drainase, hingga evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur di semua tingkatan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin terkikis. Bencana seharusnya menjadi momentum hadirnya negara, bukan justru memperlihatkan ketidaksiapan dan pembiaran.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini