Dugaan penganiayaan di kawasan wisata Marina Boom Banyuwangi, berawal dari sengketa sound system

Foto Redaktur
Dugaan penganiayaan di kawasan wisata Marina Boom Banyuwangi, berawal dari sengketa sound system
Dugaan penganiayaan di kawasan wisata Marina Boom Banyuwangi, berawal dari sengketa sound system

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi — Dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi di kawasan wisata Pantai Marina Boom, Banyuwangi, dan kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Peristiwa tersebut menyeret seorang pedagang berinisial Moh. Surohadinoto (56), warga Kelurahan Kepatihan, sebagai pelapor.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), insiden terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di depan pintu masuk Pantai Marina Boom, tepatnya di wilayah Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi.

Peristiwa ini bermula dari aktivitas penggunaan sound system milik pelapor yang disewakan untuk kegiatan Gebyar Lebaran selama 15 hari di area tersebut. Perangkat speaker diketahui ditempatkan di sekitar pintu masuk kawasan wisata.

Namun, pada Jumat, 27 Maret 2026, seorang warga negara asing yang disebut sebagai pengelola International Yacht Club mendatangi pelapor dan menyampaikan keberatan atas suara yang dinilai mengganggu aktivitas usaha kafe di lokasi tersebut. Keberatan itu menjadi awal memanasnya situasi di lapangan.

Ketegangan mencapai puncak dua hari kemudian. Pada Minggu pagi, terlapor kembali mendatangi pelapor dan diduga secara sepihak mencabut kabel yang terhubung ke perangkat speaker. Tindakan itu memicu adu mulut antara kedua pihak.

Dalam laporan polisi, pelapor mengaku berupaya mencegah tindakan tersebut dan meminta terlapor untuk menjauh. Namun situasi justru berujung pada dugaan kekerasan fisik. Pelapor menyebut dirinya dipukul menggunakan tangan kosong, mengenai bagian hidung satu kali serta pukulan lain yang mengenai rahang kanan.

Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami luka dan segera melaporkan insiden itu ke Polresta Banyuwangi guna mendapatkan penanganan hukum.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian. Pelapor berharap proses hukum berjalan objektif dan memberikan kepastian keadilan atas peristiwa yang dialaminya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini