InvestigasiMabes.com | Bitung — Respons cepat dan penuh kepedulian ditunjukkan jajaran Polres Bitung pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Kamis (2/4/2026) pagi. Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus memimpin langkah-langkah penanganan darurat.
Sejak pukul 06.48 WITA, gempa dengan pusat di koordinat 1.21 LU dan 126.25 BT atau sekitar 127 km tenggara Bitung dengan kedalaman 18 km tersebut langsung direspons cepat oleh seluruh jajaran kepolisian. Kapolres segera memerintahkan Kabag Ops, para Kasat, hingga Kapolsek jajaran untuk bergerak melakukan monitoring di seluruh wilayah terdampak.
Kapolres Bitung memulai pengecekan di wilayah pesisir Pantai Girian Bawah dan Jembatan Girian. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi air laut masih dalam batas normal dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada bangunan di sekitar pesisir. Meski demikian, langkah antisipatif tetap dilakukan mengingat adanya peringatan dini dari BMKG terkait potensi tsunami dengan status siaga.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Kapolres juga turun langsung membantu warga. Di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kapolres bersama personel terlibat dalam pembersihan puing-puing tembok yang roboh dan menimpa dapur rumah milik keluarga Siahaya Kakombohi. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material sekitar Rp5 juta.
Sementara itu, jajaran lainnya bergerak serentak di berbagai titik. Wakapolres bersama Kasat Intelkam mengecek fasilitas umum seperti Gereja Santa Antonius De Padua yang dilaporkan dalam kondisi baik, serta mendapati keretakan pada dinding salah satu bangunan toko di Girian. Pengecekan juga dilakukan di GOR Dua Sudara Manembo yang dipastikan dalam kondisi aman.Di sejumlah lokasi lain, ditemukan kerusakan ringan hingga sedang, seperti retaknya dinding mengakibatkan keramik dinding jatuh di Masjid Al Mutaqien Girian Weru Satu, plafon jatuh di GMIM Petra Wangurer Barat, serta kerusakan pada kantor Wali Kota Bitung berupa pecahnya dinding dan plafon lantai dua. Meski demikian, seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Editor : RedakturSumber : Team