Ia menjelaskan, di wilayah Kabupaten Klaten saat ini terdapat lima proyek jembatan dalam program tersebut, terdiri dari tiga revitalisasi dan dua pembangunan baru. Salah satu jembatan baru di Prambanan bahkan telah diresmikan sebelumnya oleh Kapolri, sementara satu lainnya di Karangnongko masih dalam proses pembangunan.
Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan jembatan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah. Di Polanharjo, misalnya, jembatan yang diresmikan menjadi jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.
"Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan dua kabupaten serta dua kecamatan. Perannya sangat vital dalam mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan logistik," jelas AKBP Moh. Faruk Rozi.
Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan dan revitalisasi jembatan tersebut. Warga setempat turut bergotong royong bersama aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah dalam proses pengerjaan hingga peresmian.Kepala Desa Tijayan, Joko Laksono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi Polres Klaten terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebut jembatan yang telah direvitalisasi sudah dapat dimanfaatkan warga, bahkan sejak momentum Ramadan lalu.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita