Melihat kondisi tersebut, Yanto Koli meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo turun tangan. Ia menuntut sanksi tegas berupa mutasi jabatan bagi Kepala Sekolah yang bersangkutan.
"Saya minta agar Kadis bertindak tegas untuk memutasi Kepala Sekolah. Jika tidak, kami bersama beberapa aktivis akan melakukan demo," ancamnya serius.
Merespons tudingan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Tibawa, Rosma Isa, M.Pd, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya permintaan bantuan kepada orang tua siswa, namun menepis anggapan bahwa hal tersebut dilakukan dengan cara memaksa atau melanggar aturan.
Menurutnya, permintaan membawa makanan selama pelaksanaan TKA merupakan kebiasaan yang sudah berjalan sejak tahun sebelumnya dan bersifat sukarela."Seperti tahun kemarin, kami meminta partisipasi orang tua siswa yang bersifat tidak memaksa untuk membawa makanan selama TKA berlangsung. Setiap kelas kami hanya mengimbau dua hingga empat orang tua siswa," jelas Rosma.
Editor : RedakturSumber : Team