Dimediasi Polsek Mandau, PT Vadhana Internasional Minta Maaf ke Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu

Dimediasi Polsek Mandau, PT Vadhana Internasional Minta Maaf ke Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu
Dimediasi Polsek Mandau, PT Vadhana Internasional Minta Maaf ke Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu

Ia langsung merekam balik para anggota ormas sembari melontarkan label verbal, "Ini ormas preman!". Pihak ormas yang tidak terima dengan tuduhan itu membalas dengan sebutan "Ini Satpam Preman".

Adu mulut sengit pun tak terhindarkan karena kedua belah pihak saling tuding menggunakan cara-cara premanisme. Kondisi kian memburuk saat Danru mengunggah rekaman video pribadi tersebut ke akun media sosial miliknya. Langkah serupa juga dilakukan oleh akun media sosial milik Ormas. Video saling tuding itu langsung viral di internet, memicu kecaman publik, serta merugikan reputasi kedua belah pihak secara masif.

Menyikapi polemik yang meluas di media sosial, jajaran Polsek Mandau bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait guna mencegah polarisasi yang lebih luas. Mediasi tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Top Manajemen PT Vadhana Internasional yang diwakili tim Humas, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu Fredi Noza, para saksi, serta kedua oknum yang terlibat bentrok mulut.

"Dari hasil pendalaman situasi dan keterangan para saksi, insiden ini murni dipicu oleh masalah etika di lapangan dan miskomunikasi terkait ucapan kata 'preman'. Yang terjadi adalah kesalahpahaman yang berujung cekcok mulut," ungkap AKP Belfrit M. Silalahi.

Setelah melalui dialog terbuka yang persuasif dan kekeluargaan, PT Vadhana Internasional secara ksatria menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu atas tindakan indisipliner oknum Danru-nya. Langkah ini juga disambut baik oleh pihak ormas yang juga menyampaikan permohonan maaf serupa atas ketegangan yang sempat terjadi.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini