"Kedua belah pihak telah saling memaafkan, termasuk menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh pendiri Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu. Mereka sepakat tidak memperpanjang masalah ini ke ranah hukum dan memilih jalan damai," jelas AKP Belfrit.
Sebagai komitmen nyata dari perdamaian ini, kedua belah pihak mengklarifikasi bahwa laporan-laporan yang beredar sebelumnya tidak benar. Mereka juga sepakat untuk menghapus seluruh video viral terkait insiden tersebut dari jagat media sosial.
Kapolsek Mandau melalui AKP Belfrit memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Vadhana Internasional, Ketua Umum Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu, serta para saksi yang mengedepankan kepala dingin dalam menyelesaikan konflik. Tim Editor : Investigasi MabesSumber : Tim