InvestigasiMabes.com l Saumlaki, Kepulauan Tanimbar – Laut Tanimbar pagi itu seakan menjadi saksi bisu lahirnya sebuah momen bersejarah. Di bawah hamparan langit biru yang membentang luas, dihiasi awan putih yang berarak pelan, dan diiringi deburan ombak yang memecah keheningan, seorang prajurit TNI berdiri tegak di atas geladak kapal tradisional. Sosok itu adalah Letkol Inf. Hendra Suryaningrat, Komandan Kodim 1507/Saumlaki, yang pada hari istimewa tersebut menerima penghormatan adat sebagai Putra Terbaik Duan Lolat, dimakotai dengan Nama, ALELYAMAN REFWALU
Suasana penuh khidmat bercampur haru menyelimuti perairan Kepulauan Tanimbar. Bendera Merah Putih berkibar gagah berdampingan dengan panji-panji adat yang berwarna-warni, melambangkan persatuan, kebersamaan, dan kekuatan budaya yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Tanimbar.
Dengan balutan atribut adat yang megah, mahkota bulu yang menari mengikuti hembusan angin laut, kalung kebesaran yang melambangkan penghormatan terhadap leluhur, serta selendang adat yang membentang di pundaknya, Letkol Inf. Hendra Suryaningrat bersama isteri tercinta tampil bukan hanya sebagai seorang prajurit negara, dan juga ibu persit tetapi juga sebagai simbol persatuan antara nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal masyarakat Duan Lolat.
Di tanah yang menjunjung tinggi filosofi Duan dan Lolat sebuah konsep kehidupan yang menekankan keseimbangan, persaudaraan, penghormatan, dan gotong royong—penghormatan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Gelar yang diberikan bukan sekadar simbol adat, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi, pengabdian, serta kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat yang dipimpinnya."Ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi amanah yang harus dijaga. Saya menganggap masyarakat Tanimbar sebagai keluarga besar yang harus terus kita rawat dan lindungi bersama," ungkap Suryaningrat di hadapan tokoh adat, pemuka masyarakat, dan warga yang hadir.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim