Pemilihan warna pada spanduk juga sarat akan makna simbolis: kain putih melambangkan kesucian niat para leluhur dalam merawat alam, sedangkan tulisan berwarna merah menegaskan keberanian serta keteguhan masyarakat dalam membela tanah kelahiran.
Ketua Forum Segekhi Suku, Beta Rahmi (Adok Pengikhan Pukuk Sabuay Nimbau), menyampaikan bahwa penolakan ini didasari oleh kesadaran mendalam untuk melindungi kawasan yang dinilai sakral dan penting bagi keberlangsungan hidup warga sekitar.
"Kami tetap menolak dengan keras rencana pengeboran di Gunung Rajabasa. Tidak ada tawaran atau kompromi bagi kami. Perjuangan ini adalah upaya mempertahankan keberlanjutan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang," tegas Beta Rahmi.
Melalui siaran pers ini, Forum Segekhi Suku mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, bijak, dan tidak tergiur oleh keuntungan jangka pendek yang berpotensi merusak ekosistem serta keharmonisan lingkungan. Masyarakat diajak untuk mendasarkan perjuangan ini pada rasa tanggung jawab moral dan kelestarian alam, bukan semata-mata kepentingan materialistis.Ke depan, Forum Segekhi Suku berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan menempuh langkah-langkah perjuangan yang konstitusional serta terukur demi memastikan Gunung Rajabasa tetap terjaga.(Syarif).
Editor : RedakturSumber : Team