InvestigasiMabes.com |Konawe Selatan, 18 Juni 2026 – Di tengah sulitnya kondisi petani sawit Konawe Selatan akibat harga TBS yang tidak menentu dan berbagai persoalan kemitraan, suara kritis datang dari kalangan akademisi.
Andriawan Polingai, salah satu Mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN)IAI Rawa Aopa Konawe Selatandan juga Sekretaris Aliansi Petani Sawit KonSel APSIKONSEl, menyampaikan pernyataan tegasnya.
“*Saat rakyat susah, hukum jangan jadi tontonan*. Negara melalui pemerintah dan aparat penegak hukum wajib hadir untuk melindungi rakyat kecil, khususnya petani sawit yang hari ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Andriawan.
Menurutnya, banyak permasalahan petani yang sudah berlangsung lama namun tidak ada kepastian penyelesaian. Mulai dari pemotongan 2% yang tidak ada di kontrak, diskriminasi antrean di pabrik,Mahalnya Harga pupuk, hingga pembelian TBS di bawah SK Gubernur.“Kalau hukum hanya ditegakkan saat kuat melawan yang lemah, lalu kapan keadilan untuk petani? Kami di APSIKONSEL bersama kampus IAI Rawa Aopa akan terus mengawal agar hukum benar-benar berpihak pada keadilan substantif, bukan hanya formalitas di atas kertas,” tegasnya.
Editor : RedakturSumber : Team