Dengan demikian, keberhasilan pembangunan Tanimbar tidak cukup diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun atau seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang tercatat. Ukuran yang lebih substantif adalah apakah pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Tanimbar, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, membuka kesempatan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku pembangunan.
Universitas Lelemuku Saumlaki sebagai Rumah Ilmu Pengetahuan dan Pusat Transformasi Tanimbar
Dalam konteks tersebut, Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) memiliki posisi yang sangat strategis. Kehadiran UNLESA tidak dapat dipandang semata-mata sebagai institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan. UNLESA harus hadir sebagai rumah ilmu pengetahuan, pusat riset, ruang inovasi, penghasil data, dan mitra strategis masyarakat serta pemerintah daerah dalam memecahkan persoalan pembangunan Tanimbar.
Secara kelembagaan, UNLESA menempatkan pengembangan IPTEKS dan kearifan lokal Tanimbar sebagai bagian penting dari visinya. Misinya juga menekankan pendidikan berkualitas, riset dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, jejaring kemitraan, serta pembentukan lulusan yang kritis, kreatif, mandiri, berkarakter, dan mampu bersaing.
Visi tersebut menjadi semakin relevan ketika Tanimbar memasuki fase pembangunan baru. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan itu sendiri.
Editor : RedakturSumber : Team