Petani perlu meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi. Nelayan perlu memperkuat kapasitas teknologi dan pengelolaan sumber daya laut. Pelaku UMKM perlu memahami digitalisasi, standar produk, pembiayaan, pemasaran, dan manajemen usaha. Generasi muda perlu menguasai keterampilan digital, bahasa asing, komunikasi, teknologi, kewirausahaan, dan kemampuan berpikir kritis.
Desa juga harus menjadi ruang inovasi ekonomi. Kearifan lokal tidak boleh hanya ditempatkan sebagai simbol budaya dalam berbagai seremoni, tetapi harus dikembangkan menjadi modal sosial, modal ekonomi, dan modal intelektual.
Nilai-nilai Duan-Lolat, gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial harus menjadi fondasi moral dalam menghadapi perubahan besar yang akan terjadi.
Dengan demikian, modernisasi tidak berarti meninggalkan identitas Tanimbar. Sebaliknya, modernisasi harus menjadi proses untuk membawa nilai-nilai lokal masuk ke dalam kehidupan ekonomi dan sosial yang lebih modern.
27 Tahun: Dari Refleksi Menuju Aksi
Editor : RedakturSumber : Team