Usia 27 tahun seharusnya menjadi titik penting untuk melakukan pergeseran paradigma pembangunan: pembangunan yang berorientasi proyek menuju pembangunan manusia; menjadikan masyarakat sebagai subjek, kebijakan berbasis data dan pengetahuan. Keluar dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi. Bergerak dari pembangunan sektoral menuju kolaborasi multipihak.
Dalam konteks ini, kolaborasi menjadi penting: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media harus membangun ekosistem model Kerjasama strategis dalam untuk menjawab tantangan aksesibilitas, peningkatan kualitas SDM, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, serta peluang multiplier effect yang muncul dari PSN Blok Masela. Pemerintah membutuhkan pengetahuan dari akademisi. Dunia usaha membutuhkan SDM lokal yang kompeten. Masyarakat membutuhkan akses terhadap kesempatan ekonomi. Akademisi membutuhkan ruang penerapan hasil riset. Media memiliki peran penting dalam membangun literasi publik dan mengawal transparansi pembangunan. Inilah ekosistem yang harus dibangun.
Menjadikan 27 Tahun sebagai Titik Balik
Akhirnya, memperingati 27 tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar bukan sekadar melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga berani bertanya apa yang belum selesai dan apa yang harus kita lakukan bersama. Kemiskinan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi data untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Persoalan pendidikan tidak dapat hanya dilihat dari jumlah sekolah dan lulusan tetapi lebih kepada kemampuan generasi muda untuk memasuki dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja. Blok Masela bukan dipandang sebagai proyek investasi. Blok Masela harus menjadi momentum untuk membangun kapasitas manusia Tanimbar dan memperkuat ekonomi lokal. Tanimbar tidak cukup hanya tumbuh secara ekonomi, harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten, dan menjadi daerah yang masyarakatnya mampu berpartispasi dan menentukan masa depannya sendiri.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Editor : RedakturSumber : Team