Negara Harus Berhenti Memutus Ikatan yang Belum Sempat Dewasa
HAKAN menegaskan kembali : ABG bukan masalah administratif. Mereka adalah generasi yang sedang berada di persimpangan dunia, tetapi masih memiliki akar kuat di Indonesia. Karena itu, kebijakan kewarganegaraan tidak boleh lagi bersifat memaksa, melainkan harus adaptif, strategis, dan berpihak pada masa depan bangsa.
Momentum yang dibuka Presiden Prabowo harus dibaca secara lebih dalam. Ini bukan hanya tentang membuka kewarganegaraan bagi diaspora, tetapi tentang menghentikan kebiasaan negara memutus ikatan dengan anak-anaknya sendiri.
HAKAN percaya jika Indonesia ingin menjadi kekuatan global, maka ia harus berhenti kehilangan generasi globalnya sendiri. Dan itu dimulai dari satu hal sederhana tetapi fundamental, jangan paksa mereka memilih terlalu dini. Jangan paksa mereka kehilangan Indonesia sebelum mereka benar-benar siap.Jakarta, 15 Agustus 2026