Musyda Ke-12 Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan, Ini harapan PC IMM Pesisir Selatan

Musyda Ke-12 Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan, Ini harapan PC IMM Pesisir Selatan
Musyda Ke-12 Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan, Ini harapan PC IMM Pesisir Selatan

Oleh: IMMawan Herman Syahkiki.investigasimabes.com | Pesisir Selatan, Musyawarah Daerah (MUSYDA) ke-12 Muhammadiyah & 'Aisyiyah Kabupaten Pesisir Selatan bertempat di MTsM Lakitan Kecamatan Lengayang. Seharusnya musyawarah daerah ke-12 ini dilaksanakan dalam setiap 5 tahun sekali dari tahun 2016 sampai 2020 karena terkendala pandemi, sehingga mulai dari perhelatan muktamar pimpinan pusat Muhammadiyah dahulu, dilanjut musyawarah wilayah (Musywil) muhammadiyah dan baru musyawarah daerah Muhammadiyah, yang akhirnya dapat dilaksanakan 10-12 Juni 2023 M/ 21-22 Zulqaidah 1444 H.

Kali ini musyawarah daerah ke-12 muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan mengangkat tema “Memajukan Pesisir Selatan, Mencerahkan Ummat” gagasan yang dibawa dalam musyda sangat rasional dan memang relevan dengan apa yang di cita-citakan muhammadiyah, serta pimpinan muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan nantinya bisa benar-benar memajukan Pesisir Selatan melewati hubungan secara holistic, yang mampu mengontrol kebijakan-kebijakan yang di lakukan oleh kepemerintahan karena tataranya pimpinan muhammadiyah setingkat daerah harus seperti bupatinya Muhammadiyah.Harapan besar dalam musyda yang dikatakan menggembirakan harus mampu membawa sosok pimpinan Muhammadiyah & 'Aisyiyah yang benar-benar responsif terhadap pemuda dan memperhatikan kader-kader Muhammadiyah dalam pemberdayaan maupun pemberian fasilitas yang dibutuhkan, yang mana nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Jika melihat secara luas pimpian Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan seperti lahan basah, yang mana melihat perkembangan dan kemajuan amal usahanya dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain. Maka dari itu aset-aset muhammadiyah yang harus di jaga bukan hanya di nikmati segelintir orang saja atau kelompok tertentu.Momen lima tahun tersebut tidak sekedar menjadi pergantian kepemimpinan saja, namun juga pembaharuan dan pembenahan gerakan Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan dari masa ke masa, apalagi yang kita hadapi yang serba pragmatis, budaya konsumtif dan sangkar besi kapitalisme.

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pesisir Selatan berkomitmen untuk menjadi ruang evaluasi guna pembaharuan gagasan dan perluasan gerakan hingga menyentuh seluruh elemen Muhammadiyah & 'Aisyiyah dan dinamika yang terjadi mulai cabang hingga ranting agar menjadi focus dalam Musyda. Sebenarnya secara garis besar hampir sama dinamika yang terjadi di setiap cabang, yaitu masalah perkaderan, namun juga setiap cabang memiliki ciri khas dan kebutuhannya masing-masing cabang.Harapan besar PC IMM Pesisir Selatan mempunyai dalam melihat sosok pemimpin Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan yang ideal, di antaranya:

Pertama pimpinan daerah Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan untuk membentuk wadah bagi pengembangan keilmuan kader-kader Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan. Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan dengan membentuk central studi untuk pengembangan dan penguasaan keilmuan yang dapat memunculkan kematangan berpikir sehingga Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan tidak kehilangan nafas intelektual.Kedua mampu merumuskan strategi dalam dalam pengembangan ekonomi prespektif Muhammadiyah yang tidak hanya bertumpu pada pengembangan amal usaha oleh idnividu-individu dalam persyarikatan saja. Guna membangun pemberdayaan ekonomi bagi warga muhammadiyah baik dalam sisi manajerial, keuangan, digitalisasi, infrastruktur, hingga pasar yang massif.

Ketiga pimpinan Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan mampu merumuskan langkah dalam dakwah kultural dan akomodatif dalam dalam penguatan basis-basis ideologi dengan mengedepankan konstektualisasi dakwah hingga akar rumput, agar warga muhammadiyah ajeg dalam memahami ideology yang utuh dan terhindar dikotomi.Keempat pimpinan Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan kedepan mampu mengembangkan peran digitialisasi sebagai lahan dakwah di era sekarang yang serba modern dan digital. Sehingga penyebaran pandangan islam yang berpijak pada al-qur’an dan as-sunnah memiliki sifat kemajuan yang massif apabila terkemas dengan baik dalam bentuk digital sehingga mudah diakses oleh masyarakat.

Kelima mendorong pimpinan Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pesisir Selatan kedepan untuk pro-aktif dalam advokasi kebijakan publik terutama pada ranah lokal daerah Pesisir Selata sendiri. Hal ini yang menjadi hal yang sangat penting dalam mewujudkan baldatun thayibun wa rabbun ghafur perlu menghadirkan pengawalan-pengawalan kebijakan birokrasi yang bermuara pada kebaikan seluruh ummat.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini