Baru Sekali Hujan, Rumah Warga Kopencungking Terendam banjir

Baru Sekali Hujan, Rumah Warga Kopencungking Terendam banjir
Baru Sekali Hujan, Rumah Warga Kopencungking Terendam banjir

InvestigasiMabes.com — Banyuwangi — Banjir yang menggenangi rumah warga Dusun Kopencungking, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Hujan yang baru sekali turun dilaporkan telah menyebabkan air masuk ke seluruh ruangan rumah, bahkan merendam kasur milik warga.

Salah satu rumah yang terdampak adalah rumah Harmad, anggota Linmas setempat, yang dikenal sebagai rumah MZ Ulum. Air tidak hanya menggenangi lantai, tetapi masuk hingga ke bagian dalam rumah dan merendam tempat tidur keluarga.

Peristiwa ini kembali menguatkan kekhawatiran masyarakat di tengah persoalan dugaan alih fungsi lahan perkebunan Kalibendo yang hampir satu tahun menjadi perhatian pemberitaan InvestigasiMabes.com.

Warga menyampaikan bahwa banjir dengan kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah mereka alami. Kini, setelah muncul dugaan perubahan kondisi lahan di kawasan perkebunan, masyarakat justru menghadapi genangan air hingga masuk ke dalam rumah.

Kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius. Sebab, persoalannya bukan hanya tentang banjir, melainkan juga mengenai sejauh mana pemerintah menjalankan fungsi pengawasan terhadap perubahan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

Dugaan alih fungsi lahan perkebunan Kalibendo bukan persoalan yang baru disampaikan masyarakat. Selama hampir satu tahun, persoalan ini telah berulang kali menjadi bahan pemberitaan dan perhatian publik.

Namun, ketika warga kini melaporkan rumah mereka terendam, pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam melakukan pengawasan semakin mendesak.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya instansi yang membidangi lingkungan hidup, perkebunan, dan tata ruang, tidak boleh terus membiarkan persoalan ini tanpa kejelasan.

Jika selama ini pengawasan telah dilakukan, publik berhak mengetahui hasilnya. Jika belum ada pemeriksaan menyeluruh, mengapa harus menunggu sampai masyarakat mengalami dampak yang semakin nyata?

Lambannya penanganan terhadap persoalan yang telah lama disuarakan berpotensi menimbulkan kesan pembiaran. Pemerintah harus menjawab kesan tersebut melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini