InvestigasiMabes.com |Tulungagung - Dalam kegiatan akhir sekolah kelas 3(9) di SMP Negeri 1 Ngantru mengadakan purnawiata yang di selenggarakan pada hari Sabtu 27/5/23.Purnawiata ini di ikuti oleh seluruh siswa siswi kelas 3 dan Walimurid namun di sayang di acara purnawiata ini adanya dugaan pungli di kelas 1-2(7-8) sebesar Rp 50.000;- lima puluh ribu rupiah untuk mebatu acara purnawiata itu.(9/6/23)
Banyak Walimurid yang menyesal(mengeluh)akan pungutan ini dikarenakan kenapa yang purnawiata kelas 9 kok kelas 7-8 juga di mintai sumbangan.Dengan sistem dicatat pembayaran tanpa kwitansi yang resmi dari sekolah maupun Komite.
Saat di klarifikasi akan kebenaran penarikan ini kepada Walimurid oleh team LSM dan Media memang benar adanya."Kemarin anak saya yang kelas 8 minta uang lima puluh ribu untuk sumbangan purnawiata,"katanya.
"La yang purnawiata kelas 9 dan kelas 9 sendiri juga di tarik iuran untuk itu kenapa masih minta kelas 7-8,"tindasnya."Saya langsung banyar ke guru perempuan lupa saya namanya namun nama anak saya dan jumlah uang yang saya bayarkan di catat di buku tulis tanpa di beri kwitansi resmi dari komite atau dari pihak sekolah,"ungkapannya.
Setelah klarifikasi dengan kepala sekolah komite perwakilan Walimurid"Memang di benarkan adanya sumbangan Bernominal sebesar Rp 50 ribu perwalimurid sebelum kegiatan purnawiata,"jelasnya Bambang Kepala sekolah.
"Sumbangan ini pun sudah di setujui oleh pihak Walimurid,"tambahnya.Menurut ketua komite bapak Anowo selaku juga purna guru di SMP negeri 1 Ngantru membenarkan."Terkait sumbangan kita di sekolah memang terbiasa gotong royong dalam pendanaan kemarin meminta sumbangan purnawiata ke kelas 9 sebesar Rp 100ribu Persiswa dan kita meminta bantuan ke Walimurid kelas 7-8 sebesar Rp 50ribu saat pengambilan rapor,"jelasnya."Dan terkait penerima dan pengelolaan memang dari komite dan pihak sekolah,"tambahnya.
Jika di jumlah uang penarikan sebesar 50ribu sangat banyak di hitung dari perkelas 7-8.Terkait dengan ini pihak LSM dan Media akan meminta pendapat konfirmasi kepada dinas pendidikan dan dinas terkait lainnya.
Di karenakan Jumlah yang sangat banyak di dalam purnawiata yang biasa di dalam sekolah di harapkan untuk lembaga pengamat dan dinas terkait untuk menindaklanjuti dugaan pungutan yang ada di SMP Negeri 1 Ngantru.(team Ft2)
Editor : Investigasi Mabes