Bakesbangpol Provinsi Jambi Undang Rapat Klarifikasi Yayasan Diduga Terafialiasi NII

Foto Investigasi Mabes
Bakesbangpol Provinsi Jambi Undang Rapat Klarifikasi Yayasan Diduga Terafialiasi NII
Bakesbangpol Provinsi Jambi Undang Rapat Klarifikasi Yayasan Diduga Terafialiasi NII

InvestigasiMabes.com | Jambi - Bakesbangpol Provinsi Jambi kembali menggelar rapat kedua berdasarkan Surat Undangan Nomor : UND-446/BAKESBANGPOL-5.1/VIII/2024, dalam rangka klarifikasi dengan yayasan yang diduga terafiliasi dengan NII, acara berlangsung di aula Kantor Kesbangpol Provinsi Jambi, Selasa (14/08/2024). 

Acara rapat dihadiri oleh OPD/ Instansi Pemprov Jambi, yakni ; Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asisten 1) Provinsi Jambi Arief Munandar, S.E., perwakilan Bakesbangpol Sekretaris Abrizal, S.Sos., M.Si, perwakilan Kasatgaswil Densus 88/AT Jambi, perwakilan Kakanwil Kemenkum HAM Provinsi Jambi, Kadis Dinas Sosial Provinsi Jambi dan dihadiri 6 Yayasan (LKS), serta 4 orang eks NII. 

Berdasarkan pantuan awak media dilokasi rapat. Adapun agenda acara rapat klarifikasi yang disampaikan oleh masing-masing 6 yayasan yang hadir terkait profil, legalitas, sumber pendanaan, aktivitas kegiatan, termasuk regulasi dan pendapatan bulanan yayasan, suasana rapat saat klarifikasi berjalan sukses dan lancar. 

Pihak Kesbangpol selaku fasilitator setiap akhir klarifikasi masing-masing 6 yayasan, selain sumber pendanaan, aktivitas kegiatan, termasuk regulasi dan pendapatan bulanan yayasan menanyakan juga mengenai 4 orang eks NII yang dihadirkan, "apakah mereka kenal hampir semua yayasan tidak kenal kecuali ada 1 orang bernama Mian sebagai Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia yang kenal dengan Hamdan. 

Pada kesempatan tersebut, klarifikasi diawali Ketua Yayasan Pundi Amal Bhakti Negeri Jefri mengatakan,"Yayasan kami berdiri pada tanggal 25 juni 2019 dengan AHU yang terdaftar 0111432.ah.01.12.tahun 2019 dari Sk kemenkumham tersebut alhamdulillah kami sudah mengurus ke Dinas Sosial terdaftar di Dinas Sosial dan kita juga sudah mengurus surat keterangan domisili sebagai tempat kita beroperasional, kantor kita juga tempat panti," ujarnya.

 "Alhamdulillah kami mempunyai 60 yatim dan dhuafa, anak yatimnya 35 selebihnya dhuafa". Lanjut jefri.

 Kemudian, Jefri mengatakan pendanaan bersumber dari kami-kami pendiri dan pengurus serta bapak ibu para dermawan yang namanya donatur, tapi bukan donatur tetap namanya rejeki ya pak ya kadang ada kadang tidak, tapi namanya anak yatim ada aja rejekinya.

 "Alhamdulillah dari Dinsos pun kalau ada bagiannya selalu ngasih dan kami kebagian dan kami bersyukur walaupun kadang enggak penuh dari 60 dapatnya 30 kami bersyukur," ucap Jefri

 Masih kata Jefri, Alhamdulillah, selain itu kami juga membantu orang-orang yang tidak mampu seprti yang di belakang pasar ada gubuk 3 rumah kami rutin berbagi.

 Selain itu, kalau acara-acara kepolisian bayangkara, kami selalu diundang dan kebagian kadang anak yatim yang menerima langsung dari para donatur," Jelas Jefri

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini