Untuk memastikan keberadaan yayasan, awak media konfirmasi langsung kekantor Sekretariat Yayasan Pundi Amal Bhakti Negeri usai rapat klarifikasi.
Dia menambahkan," kami sudah mengikuti Aturan melengkapi semua legalitas kemenkumham dsb, melaksanakan kegiatan sosial juga sudah mengikuti arahan Dinas Sosial dan melaporkan kegiatan kami ke donatur, relawan bahkan kami juga mendaftarkan ke kesbangpol malah dari pihak kesbangpol pernah bilang bukan wewenang kami, tapi ini bagiannya Dinas Sosial, tapi giliran ada peristiwa ini mereka bilang kami yang kurang kooperatif. Jadi kalau kami dalam naungan Kesbangpol ya tolong bina kami, kalau dalam membantu masyarakat ada yang salah tolong tunjukkan yang benar nya, ini tiba-tiba kami dapat pemberitaan dari media bahwa terafiliasi NII dan kami harus mengakui yang tidak kami ketahui bagaimana?," terang Jefri
Hal senada juga disampaikan Yayasan lainnya melakukan klarifikasi yang kurang lebih sama dengan Ketua Yayasan Pundi Amal Bhakti Negeri Jefri.
Diantaranya Mian ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia juga memberikan klarifikasi dan menginformasikan, bahwa Yayasannya berdiri di tetapkan tanggal 26 januari 2017 kegiatannya melibatkan Kecamatan, Danramil, Polsek dan para pemuka agama.
Lanjut, Mian mengatakan selain kegiatan yayasan ia juga mengikut kegiatan multi level Pupuk Hayati emas.
Saat ditanya pihak Kesbangpol selaku fasilitator," apakah kenal dengan 4 orang eks NII, "saya kenal dengan pak Hamdan," jawab Mian
Pada kesempatan yang sama pihak eks NII, Hamdan yang dihadirkan dalam rapat klarifikasi mengatakan mengetahui persis dalam mengelola yayasan seperti yayasan yang terafiliasi NII.Hamdan juga menjelaskan," atas nama lembaga anak yatim lembaga dhuafa lembaga untuk menyantuni orang-orang yang harusnya kita santunin dan tidak melibatkan lembaga lembaga amal yang ada di pemerintahan Republik Indonesia ini, tapi di gunakan untuk menyetorkan dana nya melalui NII," ujarnya.
Masih kata Hamdan, ia menyampaikan namanya di NII Saefulloh dan aktif dari tahun 95 sampai dengan 2011, tidak ada yang tidak kenal dengan saya, karena 16 tahun jadi bendahara NII di Provinsi Jambi, jadi setorannya saya tahu rekening nya saya tahu," ucapnya.
Kemudian, ia mengatakan pada tahun 2012 bergabung dengan NII Muhamad Yusuf Tohiri sampai dengan 2015 nama saya Muhamad Sultan Jundulloh menjadi Panglima Sumatra Raya. "kata Hamdan
Editor : Investigasi Mabes