Selain miras, Tim Patroli Siraju juga menggerebek satu sejoli yang asyik mesum dikawasan Pantai Kartini dan tiga sejoli bukan pasutri yang diduga sedang berbuat asusila di sebuah tempat kos-kosan di Kecamatan Jepara Kota.
Berawal dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri yang menyebutkan di beberapa kos-kosan di wilayah Kecamatan Jepara Kota sering digunakan pasangan bukan suami-istri untuk berbuat mesum.
“Kami banyak menerima laporan masyarakat di beberapa kos-kosan diwilayah Kecamatan Jepara Kota sering digunakan pasangan bukan suami-istri untuk berbuat mesum,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya menggelar KRYD menjelang Pilkada 2024.
“Patroli dan razia ini rutin kita laksanakan dalam rangka menjaga situasi di Kabupaten Jepara tetap aman, damai dan kondusif serta mencegah terjadinya aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat, terutama menjelang Pilkada 2024 yang akan digelar November mendatang,“ ucapnya.
Dari hasil razia, Ipda Hariyono menyebutkan, pihaknya mengamankan total ada empat pasangan bukan suami istri sah atau tidak resmi, yakni satu pasangan tak resmi dikawasan Pantai Kartini dan tiga pasangan tak resmi lainnya di tempat kos-kosan di Kecamatan Jepara Kota.
“Hasilnya, petugas pun menemukan empat sejoli yang bukan suami istri sah. Mereka pun tak bisa menunjukkan identitas. Bahkan, ada yang tidak membawa secuil pun identitas. Kami curiga mereka bukan suami-istri. Dan benar saja mereka pun akhirnya mengakuinya,” jelasnya.“Kemudian empat sejoli bukan suami-istri sah langsung kami bawa ke Mapolres Jepara untuk didatakan dan diberikan pembinaan,” tuturnya.
Tak berhenti disitu, Tim Patroli Siraju juga melaksanakan penindakan di wilayah SPBU Kalitekuk, Kecamatan Tahunan, terhadap sekelompok pemuda yang menggunakan motor tidak standar yang akan digunakan untuk balap liar.
“Kami juga melakukan penindakan kepada pemuda yang akan menggelar aksi balapan liar. Hasilnya, empat unit kendaraan bermotor berhasil kami amankan dan juga kami berikan pembinaan dan imbauan tentang bahayanya aksi balapan liar,” jelasnya.
Editor : Investigasi Mabes