InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Keluarga alm Prada Josua, Wilson Lumban Tobing, Ayah alm Prada Josua, Mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Denpom 1/3 Pekanbaru. Wilson Lumban Tobing merasa terharu dan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Denpom 1/3 Pekanbaru atas dikabulkannya permohonan untuk melakukan Autopsi terhadap jenazah anaknya Alm Prada Josua.
Menurut Wilson, saya merasa terkejut dan kaget begitu mendapatkan kabar dari Penasehat Hukum Dr Freddy Simanjuntak SH MH, bahwa pihak Denpom 1/3 Pekanbaru akan segera melaksanakan Autopsi terhadap jenazah Alm Prada Josua.
Sementara Dr Freddy Simanjuntak SH MH, selaku PH keluarga Alm Prada Josua ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa memang benar Autopsi jenazah Alm. Prada Josua akan segera dilaksanakan penyidik Denpom 1/3 Pekanbaru dalam waktu dekat ini.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya bahwa Juli Sihombing Pacar Alm Prada Josua menegaskan bahwa Kematian Prada Josua Bunuh Diri karena putus cinta itu tidak benar, hubungannya dengan Almarhum Prada Josua baik baik saja. Bahkan, kata Juli, pada malam naas tersebut dirinya masih berkomunikasi dengan Almarhum, namun hingga kematian Almarhum Prada Josua masih komunikasi, namun HPnya diduga dipegang oleh orang lain.
“Malam kematiannya itu, saya masih komunikasi namun itu bukan dia lagi, tapi orang lain saya tahu dari chatnya, seperti dia manggil saya kakak padahal biasa memanggil sayang dan video call ngak ada kelihatan wajahnya, ” beber Juli Sihombing Pacar Almarhum Prada Josua.
Sementara itu, Ayah Almarhum Prada Josua, Wilson Lumban Tobing berharap kepada Panglima TNI dan Kepada Staff Angkatan Darat agar dapat mengungkap kebenaran penyebab kematian putranya Almarhum Prada Josua.“Saya meminta keadilan, kepada Panglima TNI dan Kasad diharapkan membongkar perkara ini, kami dari pihak keluarga berharap TNI membentuk Tim Pencari Fakta atas kematian anak saya Prada Josua, kami meyakini anak kami ini tidak mati bunuh diri, dan juga meminta agar dilakukan otopsi “terang Wilson berlinang air mata.
“Saya meminta dan memohon kepada Presiden untuk memberi keadilan dengan memberikan perhatian terhadap permasalahan almarhum anak saya ini, Presiden sebagai pimpinan tertinggi di negara ini kami minta agar memerintahkan pihak terkait membongkar siapa saja yang menjadi penyebab meninggalnya anak kami Prada Josua serta menghukum mereka yang terlibat seberat-beratnya, semoga Tuhan Memberkati,”terang Wilson penuh harapan.
Adapun Kronologis kejadian dijelaskan Dr Freddy Simanjuntak, SH,MH Pengacara Senior Terkenal di Riau ini menjelaskan, awal mulanya pada tanggal Kamis 27 Juni 2024, Prada Josua meminta izin kepada atasannya Batalyon Infanteri 132 Salo dengan alasan bahwa opungnya telah meninggal dunia di Duri.
“Ternyata setelah ditelusuri bahwa bukan opung Prada Josua yang meninggal, melainkan opung dari kekasihnya Juli Sihombing, ini membuktikan kecintaan dia kepada kekasihnya, diketahui Prada Josua telah berbohong, dia melakukan itu agar diberi izin,” terang Dr. Dr Freddy Simanjuntak SH, MH.
Editor : Investigasi Mabes