Pemko juga memaparkan tentang penanggulangan kebencanaan alam. Dimana jumlah kasus kebakaran di tahun ini ada 144 kasus, sedangkan non kebakaran sebanyak 481 kasus.
“Sedangkan bidang insfrastruktur seperti penanganan jalan, dimana dari totalnya sepanjang 1.277 kilometer, 817 kilometer dalam kondisi baik. Sedangkan 96 kilometer itu dalam kondisi sedang,” paparnya.
Kondisi jalan kategori sedang merupakan jalan yang mengalami kerusakan berlubang kecil. “Kondisi sedang ini lubang-lubang kecil. Sedangkan kondisi rusak ringan yakni kecil agak dalam ini 254 kilometer. Sedangkan rusak berat ini lubang besar dan agak dalam ini sepanjang 109 kilometer,” tambahnya.
Dilakukan peningkatan sembilan ruas jalan oleh Pemerintah Provinsi Riau.
“Dan juga untuk tahun 2025 pemerintah fokus kepada infrastruktur jalan, dalam perbaikan-perbaikan jalan Kota Pekanbaru ini,” imbuhnya.
Pj Wako juga menyinggung soalan penanganan sampah. Ribuan ton volume sampah masuk di TPA Muara Fajar. “Yang sudah masuk ke TPA sampai kemarin sudah mencapai 338.268 ton,” sebutnya.
Dirinya juga menyampaikan soal reformasi birokrasi dan realisasi APBD Pemko Pekanbaru. Untuk tahun 2024 realisasi APBD baru mencapai 77,87 persen (untuk keuangan) dengan angka Rp 2,6 triliun.“Di mana APBD kita mencapai Rp3,3 (triliun), sehingga persentase baru mencapai 77 persen. Ini akibat dana salur yang belum masuk sampai hari ini di triwulan IV,” ujarnya.
Untuk di tahun 2025 APBD Kota Pekanbaru disebutkan Roni, menyesuaikan dengan tujuh program Presiden Prabowo Subianto seperti makan bergizi gratis, pelayanan kesehatan, pembangunan rumah sakit termasuk renovasi sekolah.
“Untuk makan bergizi gratis ini akan dimulai pada 6 Januari dari pemerintah pusat dan telah ditetapkan 3.000 siswa untuk program ini untuk tahap awal di Kota Pekanbaru,” tutupnya. ***
Editor : Investigasi Mabes