InvestigasiMabes.com | Murung Raya, 27 Januari 2025 — Ritual adat suku Dayak Siang kembali digelar untuk mengenang arwah keluarga yang telah meninggal dunia pada tahun-tahun sebelumnya. Acara ini merupakan tradisi turun-temurun yang tak dapat dihilangkan karena telah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Dalam bahasa Dayak Siang, ritual ini dikenal sebagai Totoh, atau disebut Tiwah dalam bahasa Dayak Ngaju.
Makna dan Tahapan Ritual TotohMeski penting, pelaksanaan ritual ini tidak wajib dilakukan segera setelah seseorang meninggal dunia. Keluarga yang ditinggalkan dapat menunda pelaksanaannya hingga mereka memiliki kemampuan finansial yang cukup. Ritual Totoh merupakan penghormatan terakhir bagi arwah yang telah berpulang. Sebelum upacara Totoh, ada beberapa tahapan adat yang harus dilalui, yaitu:
1. Ngehak Hino – Tahap awal setelah penguburan.2. Bopura Baun Tungkang – Ritual lanjutan.
3. Somalat Pandung Kaju – Persiapan menuju ritual Totoh.Setiap tahapan ini membutuhkan biaya besar, terutama untuk menyediakan hewan kurban seperti ayam, babi, dan kerbau, serta kebutuhan lainnya.
Estimasi Biaya Ritual Totoh
Berikut gambaran kebutuhan biaya dalam pelaksanaan ritual Totoh:Ayam: minimal 100 kg.Babi: minimal 300 kg.Beras: sekitar 500 kg.
Honor dukun: sekitar Rp15.000.000.Biaya lainnya: mencapai Rp165.000.000.
Dua ekor kerbau: sekitar Rp34.000.000 (Rp17.000.000 per ekor).
Kerbau menjadi elemen penting dalam ritual ini. Menurut kepercayaan masyarakat, kerbau dianggap sebagai pengganti manusia. Dahulu, sebelum Indonesia merdeka, tradisi Ngayau atau berburu manusia untuk ritual sering dilakukan. Namun, tradisi ini telah dihapus dan digantikan dengan pengorbanan kerbau, yang diyakini memiliki hubungan sejarah dengan manusia.
Editor : Investigasi Mabes