Pada bulan November kemarin, Honda menyatakan niatnya untuk mendirikan garis produksi percobaan khusus untuk baterai solid-state. Tujuan dari langkah tersebut adalah agar mereka dapat mengetahui cara kerja dan material mana yang paling tepat dalam jumlah besar.
Pada saat yang sama, Stellantis beserta mitranya di bidang teknologi, Factorial, berniat untuk memulai pengujian baterai semi-solid-state pada kendaraan Dodge Charger Daytona EV dimulai tahun 2026.
Tidak kurang ambisius, perusahaan otomotif asal Tiongkok bernama Chery, mengaku sedang mengerjakan garis produksi baterai all-solid-state pertama di dunia yang memiliki kapasitas melebihi 1 GWh. Ini cukup untuk mendukung sekitar 100.000 unit mobil listrik.
Menuju produksi massal
Walaupun sudah dikembangkan selama lebih dari sepuluh tahun yang lalu, baterai solid-state masih belum dihasilkan dalam skala besar untuk mobil listrik.
Toyota, yang telah memperlihatkan prototipe sejak 2010, saat ini bertujuan untuk meluncurkan baterai tersebut di mobil produksi kurang lebih pada tahun 2027. Panjangnya proses verifikasi dan pengujian menjadi alasan mayoritas mengapa penerapan teknologi ini terhambat.
Ketika solid-state akan tersedia untuk mobil konsumen?
Berdasarkan pendapat CEO QuantumScape, Siva Sivaram, sekitar dua perusahaan diprediksi akan menyatakan bahwa baterai solid-state mereka siap untuk dijalankan pada tahun 2025.
Namun, produksi skala besar mungkin hanya akan terwujud diakhir tahun ini.
Walaupun rute menuju baterai dengan sistem padat masih dipenuhi hambatan, jalur perkembangan teknologi tersebut kian terdefinisi.
Editor : Investigasi Mabes