Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkab Jepara telah berkomitmen menjalin komunikasi rutin dengan pihak perusahaan setiap dua hingga tiga bulan. Pertemuan berkala ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, membahas peluang kolaborasi, sekaligus menyelesaikan potensi persoalan sejak awal.
Dengan komunikasi yang terbuka dan terarah, Mas Wiwit berharap kontribusi sektor swasta melalui CSR dapat lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menurutnya, infrastruktur menjadi kunci dalam pengembangan destinasi. Oleh karena itu, ia pun mengajak seluruh petinggi desa untuk berperan aktif dalam merumuskan arah pembangunan berbasis kearifan lokal.
Tanpa jalan yang layak, destinasi tidak bisa diakses. Maka infrastruktur dan pariwisata harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hajar, mengapresiasi program “Bupati Ngantor di Desa” yang dinilai mampu menjangkau langsung permasalahan warga. Ia menyebut pendekatan ini sebagai bentuk kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. “Bupati ingin hadir secara nyata dan memberi manfaat langsung. Ini sejalan dengan prinsip Khoirunnas anfa’uhum linnas,” kata dia.Dalam kesempatan tersebut, Gus Wabup juga menyoroti pentingnya peran guru ngaji dan tokoh agama dalam menjaga nilai religius di tengah meningkatnya arus investasi asing. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memperkuat aspek religius sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan karakter Kabupaten Jepara,"pungkasnya Badi.
Editor : Investigasi Mabes