InvestigasiMabes.com | Banyuwangi, 20 Juli 2025 - Sudah lebih dari dua bulan berlalu sejak atap ruang guru SDN 1 Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ambruk pada Rabu, 15 Mei 2025, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun Dinas Pendidikan. Survei lapangan telah dilakukan, janji perbaikan pun dilontarkan, namun semuanya hanya berhenti di tataran wacana. Ruang guru yang semestinya menjadi tempat kerja pendidik justru dibiarkan terbengkalai dan menjadi saksi bisu kelalaian negara dalam menjaga fasilitas pendidikan dasar.
Ironisnya, kejadian ambruknya atap ini tidak terjadi karena bencana besar. Hanya hujan ringan yang turun kala itu, namun kondisi bangunan yang lapuk memperlihatkan betapa minimnya perawatan dan perhatian dari pemerintah terhadap infrastruktur pendidikan.
Menurut informasi yang dihimpun tim InvestigasiMabes.com, ruangan tersebut sebenarnya telah dikosongkan sejak Desember 2024, karena pihak sekolah sudah menyadari tanda-tanda kerusakan parah. Namun peringatan itu seolah tak dianggap penting oleh para pemangku kebijakan.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun bahan bahan atau tukang yang datang bekerja. Yang datang hanyalah janji-janji dari dinas terkait, yang menyatakan akan segera memperbaiki namun tak pernah terbukti.
Kekecewaan publik semakin memuncak ketika menyaksikan pemerintah daerah justru sibuk menggelar berbagai event besar dengan anggaran fantastis, sementara sebuah ruang guru SD negeri di wilayah pedesaan Banyuwangi dibiarkan ambruk dan terbengkalai.
Editor : RedakturSumber : Team