InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Ada yang benar-benar aneh di Banyuwangi.
Proyek kecil jenis perbaikan pintu air (dam) yang nilainya hanya sebatas pekerjaan ringan, ternyata menelan anggaran hingga Rp210 juta lebih.
Lebih janggal lagi, papan proyeknya tiba-tiba hilang, seolah ada sesuatu yang harus disembunyikan dari mata publik.
Sebelum papan itu raib, tertulis nama CV Jaya Abadi sebagai pelaksana . Namun setelah saya telusuri lewat data resmi LPJK, nama CV tersebut memang ada, tapi seluruhnya beralamat di luar Banyuwangi. Tidak satu pun yang benar-benar berdomisili di daerah ini.
Lalu muncul pertanyaan mendasar:Mengapa proyek kecil seperti pemasangan pintu dam saja harus menggunakan CV dari luar daerah?
Apakah kontraktor lokal Banyuwangi sudah tidak dianggap mampu lagi?
Lebih ironis, jika satu set pintu air kecil bisa menghabiskan dana hingga ratusan juta, publik pantas curiga: apakah papan proyek yang hilang itu sengaja “disingkirkan” untuk menutupi ketidakwajaran tersebut?
Editor : RedakturSumber : Yanto LPKMI