Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Superindo, yakni Dean Agassy dan Aditya Avalino Sabli alias Bili, serta perwakilan HSB Abdul Sani, Surya P, Hendra Saputra, dan Hardi Lafsi. Pertemuan juga disaksikan oleh ketua RT setempat sebagai perwakilan lingkungan.
Namun, setelah kesepakatan berjalan hampir satu tahun, HSB mengaku menerima informasi bahwa pengelolaan parkir Superindo Sukarame diduga dialihkan kepada pihak lain tanpa pemberitahuan maupun pertemuan ulang dengan HSB.
Lebih lanjut, Hendra menyebut pengalihan tersebut diduga dilakukan oleh oknum Humas Superindo, Aditya Avalino Sabli alias Bili, dengan menggandeng ormas lain yang kemudian melakukan upaya penggangguan hingga pengambilalihan secara paksa terhadap lahan parkir yang selama ini dikelola oleh HSB. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan awal yang telah disepakati bersama.
“Kami tidak pernah diajak duduk bersama lagi. Tiba-tiba kami mendapat informasi dan melihat langsung adanya upaya pengambilalihan parkiran oleh pihak lain yang diduga melibatkan ormas lain,” kata Hendra.Menindaklanjuti hal tersebut, HSB mengaku telah berupaya mencari kejelasan dengan mendatangi pihak Superindo untuk mempertanyakan perubahan pengelolaan parkir. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena tidak adanya pertemuan maupun klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Editor : RedakturSumber : Team