Praktek Mafia Solar Subsidi Terang - Terangan di Kota Tangerang Selatan Serpong, Tak Ada Rasa Takut

Foto Redaktur
Praktek Mafia Solar Subsidi Terang - Terangan di Kota Tangerang Selatan Serpong, Tak Ada Rasa Takut
Praktek Mafia Solar Subsidi Terang - Terangan di Kota Tangerang Selatan Serpong, Tak Ada Rasa Takut

InvestasiMabes.com | Banten -Sekandal penyelewengan bahan bakar minyak BBM, bersubsidi jenis solar kembali praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU serpong tanggerang selatan, jalan raya Rawa buntu kecamatan Serpong tanggerang Selatan, kian menjadi sorotan publik. Dugaan kuat adanya praktik penimbunan dan penyalahgunaan distribusi sejenis minyak solar subsidi menyeruak ke permukaan, menyeret beberapa oknum Aparat diduga menerima aliran dana jutaan. yang disebut-sebut masih leluasa beroperasi tanpa hambatan berarti dari aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi narasumber yang namanya tidak ingin di publikasikan mengatakan ke salah satu awak media ini bahwa,.Aktifitas yang seperti ini bukan sekali ini saja pak melainkan sudah sering terjadi dan bahkan sudah jadi kegiatan sehari-hari di wilayah serpong tangerang selatan ini, pihak aparat pun juga aman-aman saja pak, di duga ada setoran masuk ke beberapa oknum Aparat diduga pun tutup mata sampai sekarang.”Ucapnya../15/4/aprl 2026/

Saat mendengar informasi tersebut tim bergegas cepat menuju salah satu kelokasi SPBU wilayah serpong setiba di lokasi tim mendapatkan aktivitas pelangsir tersebut di SPBU 34, 153, 14, yang terkesan terang-terangan melakukan kejahatan yang di mana para mafia BBM sejenis minyak solar bersubsidi leluasa melangsir sejenis minyak solar menggunakan jerigen bahkan ada yang menggunakan mobil Boks dabel. rata-rata mobil Boks siluman yang sudah di modifikasi yang keluar masuk melangsir BBM bersubsidi jenis solar.

Ironisnya, para pelaku masih beraktivitas secara masif. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat apakah mafia solar subsidi benar-benar kebal hukum. Ataukah ada dugaan praktik setoran terhadap oknum aparat sehingga bisnis kejahatan tersebut berjalan mulus.

Hikmat ketua Divisi kajian dan Analisis data

DPP, Lakbas Indonesia, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan terbilang klasik namun efektif. Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani dan nelayan kecil diduga dikumpulkan dalam jumlah besar melalui berbagai cara, lalu ditimbun dan dijual kembali sebagai BBM industri dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini