Terbaru, pihak rumah sakit yang bersangkutan, dikabarkan sibuk melakukan klarifikasi di berbagai media. Namun sayang, apa yang disampaikan justru dinilai melenceng tidak tepat sasaran dan seolah berusaha mengalihkan isu.
Dalam klarifikasinya, mereka hanya menekankan satu hal:
“Bahwa SOP pengambilan visum itu harus oleh Aparat Penegak Hukum (APH) atau pihak yang berwenang, bukan sembarang orang.”
Menanggapi penjelasan tersebut, tim investigasi kami menilai jawaban ini sangat lucu dan tidak bertanggung jawab.
“Ini sungguh sangat aneh dan memalukan. Kalau soal siapa yang berhak mengambil visum, itu kan ranah hukum dan itu sudah jelas. Masyarakat awam, warga di perkampungan pun paham bahwa ambil visum itu tugasnya polisi atau pihak berwenang,” cetus redaksi dengan nada geram.“Persoalan kami dan publik bukan itu Yang kami sorot tajam, tapi yang keluarga korban tanyakan, dan yang menjadi catatan hitam adalah: kenapa pembuatannya lamban, kenapa harus menunggu sampai hampir satu bulan dan kenapa baru selesai setelah ada sorotan media dan heboh di publik.
Editor : RedakturSumber : Team