Selain itu, Pengadaan perlengkapan sekolah senilai Rp 4,2 Miliar dikuasai perusahaan kerabat pejabat; 9 dari 22 sekolah penerima ternyata tak ada atau sudah tutup, barang tak pernah dikirim, rugi Rp 1,9 Miliar.
Selain itu juga, Dana BOSDA Rp 3,7 Miliar juga cair ke 7 sekolah tak terdaftar dan tak beroperasi, sehingga negara mengalami kerugian sekitar Rp 2,1 Miliar .
Seluruh pencairan diduga kuat ditandatangani Wali Kota Eva Dwiana, dengan pengawasan dinas pendidikan dijalankan kerabat dekat.Hingga kini, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi. (Tim Media Group PWDPI). Editor : Investigasi MabesSumber : Tim