InvestigasiMabes.com | Saumlaki – Polemik panjang yang selama puluhan tahun mewarnai perjalanan pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar disebut memasuki babak baru. Persoalan yang selama ini menjadi perbincangan berbagai pihak dikabarkan berhasil difasilitasi penyelesaiannya dalam waktu lima hari melalui serangkaian pendekatan yang dipimpin Pangdam XV/Pattimura, Dody Triwinarto, bersama tim khususnya.
Proses yang berlangsung sejak 30 Mei hingga 3 Juni 2026 tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut isu yang telah berkembang selama kurang lebih 27 tahun, sejak wacana pengelolaan potensi gas alam di kawasan Laut Arafura mulai bergulir dan berdampak pada berbagai aspek sosial, ekonomi, serta hubungan antara masyarakat dan pemangku kepentingan.
PENDEKATAN INTENSIF DI LAPANGAN
Dalam kurun waktu lima hari, tim khusus yang dipimpin Pangdam XV/Pattimura melakukan serangkaian pertemuan, dialog, serta komunikasi dengan berbagai pihak dan juga masyarakat Desa Lermatang terkait dengan persoalan Blok Masela. Pendekatan tersebut difokuskan pada upaya membangun kesepahaman dan mencari titik temu terhadap berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah isu yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat, kepentingan pembangunan daerah, serta kelancaran investasi strategis nasional telah menjadi perdebatan dalam waktu yang cukup panjang.
Editor : RedakturSumber : Team