Investigasimabes.com l Bengkalis -- Hingga kini, Wilayah Pulau Bengkalis diduga tak henti-hentinya dijadikan tempat penyulundupan barang-barang ilegal dari Negara tetangga Malaysia. Praktek yang merugikan masyarakat, daerah dan keuangan Negara ini, sepertinya telah terorganisir dan diduga melibatkan banyak oknum.
Inisial JK, salah seorang tokoh yang hafal dugaan seluk beluk kegiatan penyelundupan di Pulau Bengkalis mengakui, kegiatan dugaan penyelundupan barang ilegal di Pulau Bengkalis telah berlangsung lama. Karena Pulau Bengkalis merupakan kawasan stategis yang bertetangga langsung dengan Negara Malaysia dan Singapura, menjadi lekasi stategis bagi mafia-mafia yang menyelundupkan barang-barang ilegal.
Ia menjelaskan, di antara barang ilegal yang masuk adalah perabotan rumah tangga, handphone, laptop, sepeda, barang bangunan, paku, baut, sap motor, kacang kedelai, kacang merah, lada kering, milo, susu, sarden, kecap asin, minuman kaleng, makanan kaleng, roti apolo, obat-obatan yang beredar dan dipasarkan di toko obat, alat kosmetik, bawang, kacang hijau, kacang tanah, alat kebun, cangkul, parang, sabit sawit, dodos sawit, loding sawit, galah sawit, racun rumput, kursi plastik, meja plastik, tenda untuk pesta dan peralatan sembahyang Tionghoa, serta rokok dan buah-buahan.
"Barang-barang yang sebagian besar diduga ilegal itu dari Pelabuhan Batu Pahat, Malaysia dan menggunakan beberapa Agen Pelayaran di Bengkalis, dibongkar di pelabuhan-pelabuhan tikus dan pelabuhan resmi yang ada di Pulau Bengkalis," katanya.Selain itu jelasnya, kegiatan penyelundupan barang ilegal di Pulau Bengkalis, ada di salah satunya Pelabuhan resmi yaitu di Pelabuhan Perikanan, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bengkalis. Kemudian, barang ilegal tersebut disuplay ke kabupaten kota yang ada di Riau dan bahkan menyebar ke Wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara yang menggunakan mobil ekspedisi.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim