Masyarakat juga mengingatkan bahwa perjuangan pembangunan Tanimbar membutuhkan persatuan dan sinergi seluruh pihak. Oleh sebab itu, mereka berharap tidak ada lagi narasi yang memecah belah masyarakat dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat, padahal substansinya belum tentu mewakili suara mayoritas warga terdampak.
Terkait adanya rencana aksi unjuk rasa dari sejumlah kelompok yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat sekitar Blok Masela, warga Desa Lermatang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan representasi sikap resmi masyarakat desa.
"Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi jangan membawa nama masyarakat Lermatang tanpa persetujuan dan mandat yang jelas. Sikap kami tetap konsisten, yakni mendukung penuh proyek Blok Masela demi kemajuan Tanimbar dan kesejahteraan generasi mendatang," tegas mereka.
Masyarakat berharap Pemerintah, Aparat Keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan bahwa setiap aspirasi yang berkembang benar-benar berasal dari masyarakat yang sah dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan di luar semangat pembangunan daerah."Blok Masela adalah harapan masa depan Tanimbar. Kami mendukung pembangunan, tetapi kami juga meminta agar tidak ada siapa pun yang menjual nama rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," tutup pernyataan warga Desa Lermatang.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim