Tak lama kemudian, pelaku mendatangkan alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk material di aliran sungai. Aktivitas tersebut tidak berlangsung lama sebelum warga sekitar menyadari dampaknya dan melaporkan kepada Pemerintah Desa.
Air Sungai Keruh, Warga dan Wisata Terancam
"Masyarakat mengeluh dengan kondisi air sungai yang mereka gunakan untuk mencuci pakaian dan air minum ternak sapi sudah keruh," ungkap Yahya Idris Hemeto kepada awak media.
Kerusakan lingkungan tidak sebatas pada air sungai yang tercemar. Yahya juga memaparkan bahwa aset desa berupa destinasi wisata arum jeram kini sepi pengunjung karena air sungai yang menjadi jalur wisata telah berubah keruh dan kotor. Editor : Investigasi MabesSumber : Tim