Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan mencapai ±1,5 hektare, dengan kondisi lahan berupa perkebunan masyarakat yang ditanami sawit, karet dan sagu serta memiliki karakteristik tanah gambut yang kering. Petugas menghadapi kendala berupa kondisi cuaca panas dan angin kencang serta keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
Dalam penanganan tersebut, petugas gabungan terdiri dari 15 personel BPBD, 3 personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat. Peralatan yang digunakan antara lain dua unit mini striker, 20 rol selang ukuran 1,5 inci, dua nozzle dan dua selang isap.
Petugas melakukan quick response, koordinasi lintas instansi, pemetaan sumber air, pembagian personel ke sejumlah titik sebaran api serta upaya pemadaman dan pendinginan. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap area yang berpotensi kembali terbakar.
Dari hasil penanganan, sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, kondisi lahan gambut yang kering, angin kencang dan keterbatasan sumber air menyebabkan proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap dan pada titik-titik yang memiliki akses sumber air.Kebakaran di lokasi tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi dan mengamankan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar. Penyebab serta dugaan unsur pidana masih dalam proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Editor : RedakturSumber : Team