Festival 1000 Tumpeng dan Pagelaran Jaranan-Reog di Loa Kulu, Wujud Guyup Rukun dan Pelestarian Budaya

Festival 1000 Tumpeng dan Pagelaran Jaranan-Reog di Loa Kulu, Wujud Guyup Rukun dan Pelestarian Budaya
Festival 1000 Tumpeng dan Pagelaran Jaranan-Reog di Loa Kulu, Wujud Guyup Rukun dan Pelestarian Budaya

InvestigasiMabes.com | Kutai Kartanegara — 25 Agustus 2026 — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan masyarakat Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui gelar budaya Festival 1000 Tumpeng serta pagelaran kesenian jaranan dan reog.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Loa Kulu Kota, Selasa (25/8/2026), tersebut diikuti 18 paguyuban kesenian jaranan dan reog dari berbagai wilayah di Kecamatan Loa Kulu.

Festival budaya ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga keberagaman seni dan budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Seno Aji, yang hadir di tengah masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya melihat antusiasme warga dalam kegiatan tersebut.

Menurut Seno Aji, Festival 1000 Tumpeng bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan kerukunan masyarakat.

“Seribu tumpeng ini artinya bagaimana kebersamaan antarumat manusia saling guyup rukun,” ujar Seno Aji.

Ia menegaskan bahwa meskipun berada di Tanah Kutai, masyarakat berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah melalui semangat persatuan dan gotong royong.

“Meski di Tanah Kutai, semua suku ada. Semua bersatu, bergotong royong, guyup rukun, mengedepankan kerja sama yang baik. Harapannya, daerah ini pun semakin baik dan kondusif,” sambungnya.

Seno Aji juga menilai pagelaran jaranan dan reog merupakan bagian penting dari upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda yang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap Festival 1000 Tumpeng, pagelaran jaranan dan reog dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi salah satu agenda budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini